Update Berita Terbaru 2020

Tuesday, September 22, 2020

5 Commercial Credit Risk yang Perlu Diwaspadai

September 22, 2020 Posted by mirajudin , , No comments


Salah satu risiko dalam perdagangan ekspor dan impor adalah commercial credit risk. Risiko ini merupakan risiko yang ditimbulkan karena kapasitas dan kesanggupan importir atau pembeli dan juga kemampuan eksportir. Sebagai seorang penjual atau eksportir, Anda tentu memilih jasa ekspor atau jasa kirim luar negeri yang baik. Tetapi, terkadang hal ini masih berisiko karena ada permasalahan pada pihak importir. 

Beberapa Jenis Commercial Credit Risk 

Setidaknya ada lima jenis commercial credit risk yang dikenali. Kelima risiko tersebut antara lain: 

1. Risiko Penerimaan Komoditas (acceptance risk)

Risiko ini terjadi ketika pembeli atau importir tidak menerima barang yang telah dikirimkan oleh eksportir. Penolakan ini karena importir menyatakan ada ketidaksesuaian dokumen yang telah menjadi kesepakatan dengan barang yang dikirim. Untuk menghindari hal ini, dokumen perjanjian dan kesepakatan harus sangat jelas.

2. Risiko Finansial 

Risiko finansial terjadi karena kesalahan importir yaitu menunda atau membatalkan pembayaran yang telah disepakati. Hal ini tentu akan membuat eksportir harus menutupi tanggungan biaya-biaya karena penundaan tersebut. 

Beberapa biaya tambahan yang kemungkinan membuat rugi adalah adanya biaya asuransi, kerusakan barang atau biaya gudang. Risiko finansial juga bisa terjadi karena perubahan atau fluktuasi nilai mata uang asing terhadap nilai mata uang dari negara pengekspor. 

Fluktuasi nilai mata uang tersebut disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satunya adalah kestabilan politik, keamanan negara, dan juga karena permasalahan kesehatan seperti pandemi. 

3. Risiko Operasional 

Risiko operasional merupakan risiko yang ditimbulkan karena beberapa masalah teknis dalam proses perdagangan. Masalah teknis tersebut antara lain adanya keterlambatan pengiriman, pengemasan tidak sesuai dengan standar hingga karena ketidaksanggupan mengirim barang. 

Untuk mengatasi risiko ini, eksportir bisa memilih jasa kirim ekspor atau jasa kirim luar negeri yang kredibel untuk mengurangi risiko keterlambatan pengiriman. Risiko operasional juga dapat dihindari dengan teliti saat membuat perjanjian atau kesepakatan antara eksportir dan importir. 

Berilah rincian detail mengenai prosedur pengiriman barang dari dokumentasi surat kesepakatan, adanya letter of credit atau L/C dan juga skema penerimaan barang yang dikirim. 

4. Risiko Transaksional 

Risiko transaksional merupakan risiko yang melibatkan pihak perbankan. Pihak bank dalam perdagangan internasional merupakan perantara untuk pembayaran dan juga bukti pembayaran. Dalam risiko transaksional, ada kesalahan yang terjadi karena keterlambatan pengiriman uang, kesalahan dalam pengiriman pembayaran, dan permasalahan penerbitan nota. 

5. Fraudulent 

Fraudulent bisa diartikan sebagai penipuan atau kecurangan. Risiko ini antara lain berupa adanya pemalsuan dokumen seperti penerbitan sertifikat dari eksportir, adanya pemalsuan identitas penjual dan pembeli, atau juga penipuan dari L/C palsu untuk jual beli. 

Risiko ekspor impor memang tinggi. Oleh karena itu, jasa kirim ekspor atau jasa kirim luar negeri sebaiknya sudah dipercaya agar meminimalisir permasalahan teknis dalam pengiriman barang. Sebagai eksportir dan importir, Anda juga sebaiknya selalu teliti dan cermat dalam kesepakatan dan juga pembuatan dokumen. 

0 comments:

Post a Comment