Update Berita Terbaru 2020

Saturday, May 16, 2020

Sosok Emak Ayu yang Berusaha Tetap Mandiri dengan Berjualan Surabi

May 16, 2020 Posted by mirajudin , , , No comments

Kebanyakan orang-orang akan memilih untuk beristirahat di masa tuanya. Tinggal di rumah untuk menikmati kehidupan bersama anak dan cucunya. Namun bukan kehidupan seperti itu yang dipilih oleh Emak Ayu. Di usianya yang sudah memasuki umur 80 tahunan, ia masih berusaha mandiri dan menghidupi kehidupannya sendiri dengan berjualan salah satu kuliner tradisional kota Bandung, surabi. 

Siapakah sosok Emak Ayu? 

Emak Ayu atau Mbah Ayu, begitulah para warga sekitar sering menyebutnya. Di setiap pagi, ketika matahari belum sepenuhnya terbit, Emak Ayu sudah bersiap-siap di rumahnya. Ia mulai meracik bahan-bahan pembuat serabi yang akan ia bawa ke gerobak dan kemudian ia dorong sampai ke tempatnya biasa berjualan serabi. 

Di pagi hari, ketika orang lain mungkin masih bermalas-malasan untuk memulai aktivitas, Emak Ayu sudah bersiap di tempat berjualannya. Ia telah duduk menghadap tungku dan kayu bakar yang mengepul mengeluarkan asap serta aroma khas dari kue surabi di atasnya. Di pagi hari, banyak orang yang berdatangan untuk membeli surabi untuk dijadikan menu sarapan. Banyak dari mereka yang mengaku menyukai surabi buatan Emak Ayu karena proses pembuatannya yang masih tradisional sehingga memberikan cita rasa yang lebih lezat. 

Di tengah gempuran modernitas, Emak Ayu memang masih mempertahankan cara memasak surabi secara tradisional. Demi menjaga keaslian kuliner tersebut, Emak Ayu harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mencari kayu-kayu yang akan ia potong-potong agar bisa dijadikan bahan kayu bakar. 

Surabi Emak Ayu juga masih dibuat diatas tungku dan cetakan yang terbuat dari tanah liat serta menggunakan alas daun pisang untuk membungkusnya. Baginya, hal tersebut adalah salah satu caranya untuk menjaga keaslian cita rasa surabi yang telah lama ia jual. 

Sedari kecil, ia memang terbiasa mandiri dengan berjualan apapun, mulai dari  berjualan kacang tanah, kue nagasari, hingga akhirnya ia memilih untuk berjualan surabi. Sifat kemandirian yang ia terapkan sejak kecil terus membuatnya ingin tetap mandiri meski kini usianya tak muda lagi. 

Saat ini, Emak Ayu sebenarnya tinggal bersama tiga orang anaknya yang sudah memiliki keluarga di sebuah rumah yang sederhana. Namun, Emak Ayu tidak pernah mau merepotkan anak-anaknya tersebut. Terlebih lagi, Emak Ayu merasa bahwa anak-anaknya juga sudah memiliki tanggung jawab yang besar untuk menghidupi keluarga mereka masing-masing. 

Emak Ayu melakukan semuanya serba sendiri. Mulai dari berbelanja ke pasar, mempersiapkan bahan-bahan, mendorong gerobak, hingga memasak surabi dan melayani para pelanggan. Namun Emak Ayu tidak pernah mengeluhkan semua yang ia lakukan. Baginya, hal tersebut bisa lebih membuatnya bahagia dibanding harus berdiam diri di rumah dan hanya bergantung pada anak dan cucunya untuk memenuhi kehidupannya. 

Kebaikan untuk Emak Ayu

Hingga kini Emak Ayu masih terus berjualan surabi. Ia memulai aktivitas berdagangnya di pagi hari, berbelanja bahan-bahan ke pasar di siang hari, dan kembali mempersiapkan bahan dagangan untuk keesokan harinya di malam hari. Semangat Emak Ayu dalam mencari nafkah tentu lah pantas kita acungi jempol. Prinsip tidak ingin merepotkan orang lain bahkan anak sendiri pun menjadi pelajaran berharga bagi kita dan orang-orang sekitarnya untuk belajar lebih mandiri.

Mari #AwaliDenganKebaikan dengan menggunakan asuransi syariah Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan kemandirian Emak Ayu. Ya, dengan memiliki produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus dari Allianz, kita bisa memberikan manfaat lebih bagi orang-orang di sekitar kita. Ada proteksi kesehatan dan jiwa nantinya bisa digunakan di masa mendatang. Untuk itu, kita tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, kita juga bisa turut membantu membahagiakan orang-orang yang membutuhkan melalui fitur wakaf yang ada. Melalui fitur wakaf asuransi tersebut, sebagian dana yang kita miliki akan disalurkan melalui program sosial, sehingga banyak orang yang bisa mendapatkan manfaat dari wakaf yang kita berikan.

Dengan tulus melakukan kebaikan terhadap sesama, akan ada banyak kejutan kebaikan lainnya yang bisa didapatkan. Untuk itu, mari tebarkan kebaikan agar Emak Ayu bisa mendapatkan apresiasi berupa paket umroh gratis dari Allianz.

0 comments:

Post a Comment