Update Berita Terbaru 2020

Friday, November 29, 2019

Inilah Keuntungan dan Kerugian Jasa Outsourcing Jakarta Bagi Pekerja

November 29, 2019 Posted by mirajudin , , No comments

Banyak perusahaan yang sekarang mempercayakan sejumlah pekerjaan mereka untuk dikerjakan oleh penyedia jasa outsourcing Jakarta. Dalam peraturan pemerinta, outrourcing atau alih daya berarti penyerahan beberapa pekerjaan untuk perusahaan lain melewati perjanjiang pemborongan kerja atau penyedia jasa karyawan.

Dengan demikian, karyawan outsourcing ialah pekerja kontrak yang direkrut oleh perusahaan penyedia jasa tenaga kerja guna dipekerjakan oleh perusahaan pemakai jasa (user). Pekerja diupah oleh perusahan alih daya, sedangkan perusahaan user memberikan upah kepada perusahaan outsourcing sesuai dengan kontrak kerja yang disepakati.

Adanya jasa outsourcing Jakarta membuat pekerja tentu merasakan keuntungan serta kerugian.

Keuntungan pekerja outsourcing

  1. Memudahkan calon pekerja yang baru lulus untuk mendapatkan pekerjaan.
  2. Mendapatkan pelatihan yang memadai dari perusahaan jasa outsourcing Jakarta sebelum ditempatkan di perusahaan.
  3. Memudahkan pencari kerja yang memiliki keahlian khusus memilih perusahaan yang mereka inginkan.
  4. Mendapatkan banyak pengalaman
  5. Mendapatkan banyak relasi
  6. Lebih sering mengekspresikan bakat dan spesialis kerja tertentu
  7. Menjadi pegawai dari jasa outsourcing Jakarta memberikan Anda cukup ruang untuk mengembangkan diri.
  8. Memberi ruang Anda untuk melakukan usaha lain.
Jika melihat dari keuntungannya, tentu bekerja sebagai pegawai outsourcing sangat menyenangkan. Namun, ada keuntungan ada pula kekurangan yang perlu diketahui dari bekerja sebagai staff outsourcing.

Kerugian pekerja outsourcing

1. Tidak adanya jenjang karir

Pekerja memang harus siang mengekor peraturan perusahaan. Sebagai pekerja dari jasa outsourcing Jakarta mereka mesti menerima sistem kontrak dari perusahaan, yang mana situasi ini akan membuat sulit masing-masing pekerja guna mendapatkan posisi yang lebih tinggi dan bahkan tidak mungkin mendapatkan posisi tinggi. Kondisi inilah yang akhirnya menanamkan pemikiran bahwa pekerja outsourcing adalah buruh perusahaan yang tidak punya jenjang karir

2. Masa kerja yang tidak jelas

Pekerja outsourcing paling rentan menjadi korban PHK. Bahkan perusahaan dapat melakukan pemecatan dan memutus masa kerja karyawan andai perusahaan dalam suasana kolaps atau bangkrut.

3. Kesejahteraan tidak terjamin

Beda halnya bila seseorang adalah karyawan tetap, karyawan dari jasa outsourcing Jakarta seringkali diacuhkan kesejahteraanya oleh perusahaan. Salah satu contohnya ialah perusahan sering tidak menyerahkan tunjangan untuk pekerja outsourcing. Dengan jumlah gaji yang tidak terlampau besar serta tidak adanya tunjangan, tentunya akan meminimalisir kesejahteraan pekerja outsourcing.

4. Pendapatan yang terbatas

Dalam pendapatan yang tidak terlampau besar dan paling terbatas setiap bulan, seringkali menciptakan kehidupan karyawannya tidak mendapatkan kehidupan yang baik. Apalagi andai kondisi perusahaan tidak baik, maka ancaman PHK bakal semakin nyata dan penghasilan akan nihil.

5. Potongan upah yang tidak jelas

Tidak adanya transparansi pemotongan upah pekerja outsourcing semakin meminimalisir tingkat kesejahteraan. Pemotongan upah yang rata-rata dapat mencapai hingga 30% upah pekerja ini pastinya akan mempersulit situasi para pekerja dengan kedudukan kontrak ini.

0 comments:

Post a Comment