Update Berita Terbaru 2020

Saturday, July 13, 2019

BEC 2019, Banyuwangi Dijamin Bakal Ramai

July 13, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dijamin bakal ramai dengan masyarakatt Banyuwangi. Pasalnya, agenda yang disajikan panitia akan bikin masyarakat terpesona dan spektakuler. Banyak kostum yang menarik dan akan disajikan pada event ini.

Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, menjamin acara ini akan keren. Apalagi, BEC 2019 akan difokuskan di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

"Standarnya yang digunakan di BEC 2019, adalah standar internasional. Narasinya ada dua. Satu Bahasa Indonesia. Satunya lagi Bahasa Inggris. Jadi siapapun yang datang bisa menyimak banyak kisah di balik tema yang ditampilkan," tutur Don Kardono.

Don menjelaskan, lokasi acara akan disulap bak catwalk jalanan. Seperti halnya Jember Fashion Carnaval dan Rio de Janeiro di Brazil.

"BEC 2019 masuk dalam Top 10 Calendar of Event Nasional. Inilah salah satu kekayaan parade karnaval yang dimiliki Indonesia," tambah salah satu kurator 100 Calender of Event Nasional itu.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuti juga seirama.

"BEC bisa menjadi jembatan antara kesenian tradisional dengan modern. BEC bisa lebih diterima di panggung internasional," tutur Esthy.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung juga ikut buka suara. Dia menjamin, Banyuwangi Ethno Carnival tahun ini bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kemasannya dibuat beda, baru dan lebih fresh.

"BEC mempunyai ciri dan pesona tersendiri. Tema busana yang ditampilkan selalu berbeda setiap tahunnya. Dan yang lebih penting lagi, karnaval ini menyajikan kekayaan tradisi dan budaya lokal," jelas Adella, diamini Kabid Pemasaran Area I (Jawa) Wawan Gunawan.

Tanggapan Menpar Arief Yahya juga positif. Arahan Menpar hanya satu. Dia ingin persiapan menggelar BEC harus sungguh-sungguh dan tidak terganjal oleh aturan birokrasi yang sempit.

"Ini momentum untuk mengangkat nama Banyuwangi ke kelas dunia. Silakan Benchmark ke Jember Carnaval, Malang Carnival, Batik Solo Carnaval, yang nama-namanya sudah mendunia. Selamat berkarnaval," kata mantan Dirut Telkom itu. 

Saturday, July 6, 2019

Dihiasi Banyak Atraksi, Pengunjung Terpukau Pembukaan Festival Bumi Rafflesia 2019

July 06, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Festival Bumi Rafflesia (FBR) 2019, berlangsung meriah. Para pengunjung yang hadir pun terpukau. Kegiatan ini dilaksanakan di Sport Center Pantai Panjang, Bengkulu.

Pembukaan dilakukan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah didampingi Ketua Pelaksana COE Wonderful Indonesia Esthy Reko Astuty beserta tamu VVIP lainnya. Pembukaan ditandai dengan penabuhan alat musik Dol secara bersama-sama.

Esthy Reko Astuty mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tiap event harus dilaksanakan secara profesional. Selain itu berstandar internasional dan memiliki dampak ekonomi.

"Tiap event harus memiliki 3 C. Yaitu Creative Value, Commercial Value & Communation Value. Lalu didukung oleh CEO Commitment," kata Esthy.

Esty menambahkan, Festival Bumi Rafflesia sudah masuk Tranding Topic Indonesia ke-4 saat ini. Menurutnya, ini harus diapresiasi secara bersama-sama. Sebagai bentuk promosi di Media Sosial.

"Selain itu, ini juga menjadi dukungan terhadap agenda Visit 2020 Wonderful Bengkulu. Visit 2020 harus kita dorong agar sukses," kata Esty.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan prihal pentingnya konsep yang profesional dalam tiap event. Sehingga menggugah masyarakat luar Bengkulu untuk hadir berwisata.

"Percuma hanya menampilkan penampilan-penampilan tiap event jika tidak mendatangkan efek apapun," kata Rohidin.

Idealnya, tambah Rohidin, event itu harus memiliki multiplier effect termasuk dampak ekonomi. Sehingga terasa secara luas oleh masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Kapala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Irsan Setiawan sekaligus Ketua Pelaksana Festival Bumi Rafflesia 2019. Event digelar sebagai upaya promosi semua potensi yang dimiliki Bengkulu.

"Melalui pariwisata kita tingkatkan ekonomi masyatakat," kata Irsan.

FBR akan berlangsung selama 5 hari dengan ragam kegiatan. Di antaranya Bencoolen Dhol Attraction, Festival Kopi Bengkulu, Bencoolen Ethnic Carnival, NgeTrail Wonderful, Bencoolen Arts & Culture Festival, Seni Lukis, dan Bencoolen INAFACT Fair.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi pelaksanaan Festival Bumi Rafflesia ini. Apalagi, festival ini masuk dalam Calender of Event (CoE) 2019.

Event Festival Bumi Rafflesia ini sudah dikurasi oleh Tim CoE Kemenpar dan telah memenuhi unsur 5 C. Yaitu Creative value, Commercial value, Communication Value, CEO Commitment serta Consistency, kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menyatakan, CEO Commitment kepala daerah (gubernur/walikota/bupati) menjadi unsur penting dalam mengembangkan pariwisata. Karena 50% keberhasilan pariwisata di daerah ditentukan oleh komitmen tersebut.

"Kalau sudah dapat 1C Yaitu CEO Commitment, sudah otomatis akan mendapatkan unsur C lainnya. Tinggal penyelenggara mau belajar kepada yang sudah sukses," kata Menpar Arief Yahya.