Update Berita Terbaru 2020

Saturday, June 29, 2019

Menpar Arief Yahya Hadiri Wisuda 363 Mahasiswa Poltekpar Medan

June 29, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri wisuda 363 mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan. Wisuda digelar di Hotel Santika Dyandra Premiere, Medan, Sumatera Utara.

Mahasiswa yang diwisuda terdiri dari 37 orang lulusan Diploma IV dan 326 orang lulusan Diploma III. Berdasarkan dari hasil tracer study sebanyak 77% telah bekerja di sektor pariwisata dan sisanya 23% dalam proses menunggu mendapatkan pekerjaan selama 3,5 bulan ke depan.

Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat lainnya. Seperti Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adnyani, Gubernur Sumatera Utara Bapak Edy Rahmayadi, dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Bapak Musa Rajekhsa.

Selain itu, juga hadir Pejabat Eselon 1 dan 2 di Lingkungan Kementerian Pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Pimpinan dari seluruh Perguruan Tinggi Pariwisata di lingkungan Kementerian Pariwisata, Pimpinan asosiasi pariwisata dan profesi pariwisata, Ketua dan pengurus Ikatan Alumni Poltekpar Medan. Ada juga Ketua dan pengurus Ikatan Orang tua Mahasiswa Poltekpar Medan, dan para anggota senat, pejabat struktural dan fungsional, serta civitas Poltekpar Medan.

Tema wisuda hari ini adalah "Qualified and Competitive Graduates In Digital Tourism 4.0 Era". Yang artinya, lulusan berkualitas dan kompetitif di era pariwisata digital 4.0.

"Pariwisata kita sedang menjadi pembicaraan dunia. Karena tingkat pertumbuhan, peluang tenaga kerja, serta peningkatan devisa bagi negara yang jumlahnya luar biasa signifikan. Dan sekolah pariwisata memiliki peminat yang banyak," ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, target kunjungan wisata perlu didukung SDM profesional di bidang pariwisata. Menurutnya, saat ini pariwisata sudah menjadi industri mainstream. Artinya, sudah menjadi industri yang diandalkan menjadi penghasil devisa terbesar.

"Untuk mengolah SDM pariwisata, dibutuhkan sekolah seperti Poltekpar Medan ini. Karena industri pariwisata makin butuh tenaga SDM yang profesional," kata Menpar Arief Yahya.

Menteri asal Banyuwangi itu menambahkan, Kemenpar memiliki target pada 2019 adalah kunjungan wisatawan asing sebesar 20 juta. Sementara target jumlah devisa Rp 240 triliun dan perjalanan wisatawan dalam negeri sebanyak 275 jura.

"Kami berharap, pariwisata bisa memberikan kontribusi 15 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB)." tambahnya.

Sementara, Direktur Poltekpar Medan Anwari Masatip mengatakan, wisuda ini adalah moment yang luar biasa. Menjadi kebanggaan bersama melihat Putra dan Putri telah menyelesaikan tahapan awal untuk menuju masa depannya.

Poltekpar Medan dalam melaksanakan pendidikannya dibekali dengan program 3C. Yakni Curriculum, Certification, and Centre of Excelent.

"Kurikulum dirumuskan berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals ASEAN), dan juga capaian pembelajarannya diselaraskan dengan Global Code of Etic of Tourism by UNWTO," paparnya.

Dia mengungkapkan, Poltekpar Medan telah memperoleh sertifikasi TEDQUAL UNWTO untuk skala internasional. Juga sertifikasi dari BAN-PT untuk akreditasi kampus dan setiap prodi, ISO 9001:2015 untuk skala nasional.

"Saat ini kita sedang dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi AIPT untuk institusi. Para pendidik juga telah memperoleh sertifikasi dosen dan kita telah menyiapkan para pendidik untuk mengikuti sertifikasi CHE (Certification Hospitality Educator) untuk meningkatkan kualitas SDM yang akan dilaksanakan pada akhir Bulan Juli ini," tuturnya.

"Sertifikasi dalam bidang pariwisata juga terus kami laksanakan untuk mendukung para mahasiswa untuk masuk ke dalam dunia kerja. Melalui Lembaga Sertifikasi Profesi P 1 Poltekpar Medan," tambahnya.

Selain itu, lanjut Anwari, penelitian dan pengabdian masyarakat Poltekpar Medan difokuskan di kabupaten sekitar Kawasan Pariwisata Danau Toba. Pada bulan Oktober 2018, pihaknya melakukan kegiatan pelatihan dan pengabdian masyarakat sebanyak 14 kelompok dengan fokus kegiatan di Kabupaten Humbang Hasundutan.

"Ini merupakan salah satu upaya yang dapat kami laksanakan dalam menjalankan tugas Poltekpar Medan sebagai Centre of Excelent untuk mendukung pengembangan Pariwisata Danau Toba. Poltekpar juga menyediakan beasiswa putra daerah," ungkap Anwari.

Inkubator Bisnis Mahasiswa Poltekpar Medan juga telah diresmikan pada saat Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI pada bulan September 2018 yang lalu. Dan saat ini telah menjalankan beberapa program untuk pengembangan kualitas pendidik dan mahasiswa dalam bidang kewirausahaan.

Deputi Bidang Pengembangan Industri Dan Kelembagaan Kemenpar RI, Ni Wayan Giri Adnyani berharap agar ke depan Poltekpar Palembang dapat secara maksimal menghasilkan insan pariwisata yang andal berstandar global dan tidak melupakan kearifan lokal.

"Dari ke enam Politeknik Pariwisata yang ada melalui kurikulum, Kemenpar RI tengah berupaya menumbuhkan jiwa entrepreneur pada 10% mahasiswa agar ke depan para lulusan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri," kata Giri Adnyani.

Untuk informasi, wisudawan terbaik Tahun 2019 adalah Letare Ulima dengan IPK 3.57 (Predikat : Terpuji) dari Program Studi Manajemen Patiseri (MPI). Letare Ulima merupakan anak dari Robinson Siregar 

Saturday, June 22, 2019

Festival Padang Melang 2019 Ikut Mengangkat Kain Cual Anambas

June 22, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Festival Padang Melang 2019 menjadi galeri untuk beragam kekayaan Anambas. Salah satunya Kain Cual, atau tenun Anambas. Usia tenun tersebut sudah sangat tua. Kain ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1863.

Festival Padang Melang 2019 berlangsung di di Pantai Padang Melang, Jemaja, Anambas, Kepulauan Riau (Kepri). Event ini menjadi ajang mengangkat Kain Cual Anambas. Kain Cual dipakai dalam prosesi penyambutan tamu Festival Padang Melang 2019.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengungkapkan, Cual potensi unik pariwisata Anambas.

"Cual menjadi salah satu kekayaan Anambas. Motifnya unik dan sangat khas. Secara history juga sangat kuat. Kain ini sangat cocok sebagai buah tangan dari Anambas dan Festival Padang Melang 2019. Untuk itu, wisatawan harus mengeksplorasi juga salah satu kekayaan intelektual tersebut," ungkap Buralimar.

Cual berasal dari kata 'Belacu Dijual'. Kain tersebut mulai ditenun pada tahun 1863 di Kawasan Teluk Encau. Awalnya, Cual digunakan untuk kepentingan pribadi. Karena keindahan Cual, kain tersebut akhirnya diperjualbelikan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur mengatakan, motif yang ditawarkan Cual Anambas sangat khas.

"Cual Anambas sudah aja sejak lama. Motifnya sangat khas dan dibuat khusus. Cual Anambas ini punya banyak motif dengan beragam filosofi yang dimilikinya. Semuanya mencerminkan kekayaan budaya dan alam di Anambas. Biasanya wisatawan berkunjung ke sini, selalu mencari Cual Anambas," katanya.

Secara umum, Cual Anambas memiliki 8 motif. Keunikan corak Cual Anambas masih bisa dijumpai di pelaminan tradisional khas Melayu Siantan. Dari total motif tersebut, 5 di antaranya sudah mendapatkan hak paten. Sebut saja, berupa motif Sampan Layar, Bulan Purnama, Padang Terbakar, Pucuk Pisang, dan Tudung Saji. Menariknya, proses pembuatan kelima motif itu dilakukan secara berbeda.

"Motif Cual Anambas yang ditawarkan sangat beragam. Hal ini tentu menjadi keunikan tersendiri. Kami yakin, melalui Festival Padang Melang ini, popularitas Cual Anambas akan semakin naik. Harapannya, tentu ada permintaan pasar yang semakin besar," jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Sangat natural, proses pembuatan Cual Anambas sangatlah unik. Semua tahapan produksinya dilakukan secara tradisional. Bahan baku benangnya dibuat beberapa alternatif. Ada yang menggunakan kapas atau katun, lalu dibuat juga dari benang belacu. Pewarnaannya juga dilakukan secara alami. Celupannya memakai bahan baku akar Kayu Samak.

"Keunggulan Cual Anambas selalu mengedepankan tradisi. Semuanya dilakukan secara manual dan alami. Proses produksinya mengandalkan bahan-bahan yang ada di alam. Dengan begitu, nilai otentik dari kain tetap terjaga. Untuk itu, Cual Anambas harus menjadi koleksi berikutnya," papar Rizki.

Cual Anambas pun dibanderol dengan harga beragam. Untuk kain Cual jenis tenunan dihargai Rp2 Juta hingga Rp4 Juta.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menjelaskan, Cual Anambas selalu memiliki prospek bagus. Sebab, karya ini memiliki ciri tersendiri.

"Setiap tenunan pasti berbeda di tiap daerah. Semuanya tentu menjadi representasi dari daerah tersebut. Dengan karakter khasnya, Cual Anambas tentu memiliki pangsa pasar tersendiri. Prospeknya akan terus bagus. Sekarang yang diperlukan adalah menguatkan promosinya," jelas Dessy.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan, pilihan wisata belanja makin beragam.

"Pilihan wisata belanja semakin beragam dengan Cual Anambas. Wisatawan juga dijamin puas karena motif unik dan kualitasnya. Para pengrajin Cual Anambas selalu memperhatikan kualitas," tutup Arief yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

Saturday, June 15, 2019

16 Geosite Songsong Atraksi Danau Toba Berkelas Dunia

June 15, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Setiap mengerjakan sesuatu, Menpar Arief Yahya selalu menggunakan benchmark dan standar global. Karena itu, ketika Danau Toba ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai satu dari 10 Bali Baru, atau 10 Destinasi Prioritas, maka dicari atraksi apa saja yang membuat danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia ini cepat melejit ke level dunia.

"Karena itu, saya ngotot sampai presentasi sendiri ke markas UNESCO di Paris," ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Di UNESCO, Arief Yahya memaparkan progress perkembangan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah RI bersama KBRI Paris, Ketua Tim Percepatan Percepatan Geopark dan Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas.

"Sebuah destinasi agar laku dan dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, dia harus punya 3A, Atraksi Akses Amenitas yang kelas dunia pula. Danau Toba secara fisik, dia bisa dipromosikan di level dunia, tetapi danau di 8 kabupaten ini belum punya branding kuat sebagai amunisi untuk dipasarkan," ungkapnya.

Amunisi itulah yang diharapkan datang dari UNESCO, berupa pengakuan dunia oleh lembaga dunia, sebagai UNESCO Geopark. Tanpa stempel itu, terlalu lama dan mahal untuk membranding sendirian.

"Akses, bandara Silangit sudah International Airport. Amenitas, sudah ada hotel berbintang dan akan terus bertumbuh, ketika demand-nya naik. Itu tugas swasta dan pelaku bisnis, untuk mensupply-nya. Atraksi, inilah yang terus kita kejar sampai tercatat di badan PBB itu," kata Arief Yahya, yang memang ahli marketing itu.

Tahun lalu, 2018, Menpar Arief Yahya juga sudah sukses meloloskan UNESCO Global Geopark di Gunung Rinjani Lombok dan Ciletuh Sukabumi. Sebelumnya sudah ada Geopark Gunung Sewu di pantai selatan yang membentang dari Jogjakarta Jateng Jatim.

"Tahun ini Danau Toba harus lolos, agar tidak menghambat planning selanjutnya yang juga sudah diusulkan Geopark Belitung, satu dari destinasi prioritas pula," kata Arief Yahya.

Dia berterima kasih kepada Kementerian PU PR dan Kementerian Perhubungan yang selama ini mensupport infrastruktur di destinasi Danau Toba. Juga berterima kasih kepada Kementerian LHK, yang membantu lahan otoritatif, yang dikelola oleh Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT).

Karena Kemenpar memang tidak bisa melakukannya sendiri. Dia berharap proses administratif dan lapangan berjalan lebih cepat, sehingga infrastrutur pendukung sector pariwisata tidak lagi ada hambatan.

Infrastruktur sudah beroperasi tol dari Kuala Namu ke Tebing Tinggi. Tinggal Tebing Tinggi-Pematang Siantar, dan dilanjutkan akses sampai ke Parapat. Lalu ada dermaga di 4 titik di pulau Samosir dan 4 titik di Pulau Sumatera-nya. Inner dan Outer Ring Road juga sedang dikerjakan oleh Kemen PU PR.

Kemenhub juga sudah memperpanjang runway Bandara Silangit, memperlebar menjadi 45 meter, mengepras bukit, membuat apron untuk parkir pesawat, serta memperbesar terminal.

"Sampai sekarang masih dikerjakan. Lalu memperlebar jalan dari Silangit ke Danau Toba, agar akses menuju ke arah Parapat semakin lebar dan lancar," kata Arief Yahya.

"Peningkatan PAD 8 Kabupaten di kawasan Danau Toba pada tahun 2017 mencapai 71%. Ke-8 kabupaten tersebut adalah Simalungun, Tapanuli Utara, Dairi, Toba Samosir, Samosir, Karo, Humbang Hasundutan dan Pakpak Barat. Data itu menunjukkan bahwa sentuhan pariwisata membuat roda perekonomian di semua kabupaten di kawasan Danau Toba menanjak tajam," tutur Mantan Dirut PT Telkom ini.

Ketua Tim Percepatan 10 Bali Baru, Hiramsyah S Thaib juga menjelaskan bahwa progress Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) juga terus berjalan. Ada tiga hal besar yang sedang dikerjakan oleh BOPDT bersama mitranya. Pertama, kami progress menyiapkan 16 Geosite, untuk mendukung langkah menuju UNESCO Global Geopark (UGG), jelas Hiramsyah. Nantinya, anggaran dari BUMN dan Implementasinya bersama Bekraf.

Ke-16 Geosite itu adalah: Tongging Sipisopiso, Silalahi Sabungan, Haranggaol, Sibaganding - Parapat, Taman Eden, Balige - Liang Sipege Meat, Situmurun-Blok Uluan, Hutaginjang, Muara-Sibandang, Sipinsur-Bakti Raja, Bakkara-Tipang, Tele-Pangururan, Pusuk Buhit, Hutatinggi-Sidihoni, Simanindo - Batu Hoda, Ambarita - Tuktuk Tomok.

Kedua, BOPDT juga sedang menyiapkan seni pertunjukan berskala dunia, seperti yang pernah di benchmark oleh Gubernur Sumatera Utara bersama para bupati di West Like Impression di Danau Xihu, Hangzhou, provinsi Zhejiang, Tiongkok, sekitar 1 jam dengan kereta supercepat dari Shanghai, Tiongkok. Pentas seni budaya itu sampai sekarang selalu penuh, dan pernah menjadi andalan saat pertemuan kepala-kepala negara G-20.

"Kami sudah melihat, manajemen destinasi di Danau Xihu, yang bisa mendatangkan lebih dari 2 juta wisatawan setiap tahun, dari atraksi danau yang luasnya hanya 5,6 km persegi. Sedangkan Danau Toba itu panjang 100 km lebar 30 km," ungkap Hiramsyah.

Ketiga, lanjut Hiramsyah, pihaknya sedang merevitalisasi Kawasan Parapat, agar semakin tourist friendly. Ada rencana perbaikan infrastruktur public yang membuat nyaman orang berjalan-jalan menikmati keindahan Danau Toba hingga kuliner, souvenir, menghidupkan UMKM, dan area public yang nyaman.

Hal lain yang sudah dan sedang dikebut adalah kepastian pemberian insentif setara KEK Pariwisata, dengan berbagai insentif, kemudahan impor, perizinan, pembebasan tariff sewa selama masa tertentu, dan lainnya.

"Diharapkan September 2019 ini akan selesai semua, karena ini harus mendapatkan persetujuan dari banyak pihak," paparnya.

Sudah ada tiga investor yang berminat pada LOT SR5 di kawasan otoritatif. Penempatan Lot itu berdasarkan penandatangan investment agreement yang dilakukan di Bali tanggal 11 Oktober 2018 lalu. Ketiga investor itu antara lain, PT. Gamaland Toba Properti, PT. Gaia Toba Mas, PT. Agung Concern.

Ketiga investor itu diberikan prioritas untuk yang membangun, 5-Star hotel, international brand, dengan jumlah kamar minimal 100 roomkeys, dan groundbreaking dimulai 28 September 2019.

"BPODT akan menyusun naskah kerja sama berdasarkan hasil studi dan penetapan tarif layanan," progres-nya.

Saturday, June 8, 2019

Kenalan dengan Kavin Jay, Komika Malaysia yang Bakal Hadir di JICOMFEST 2019

June 08, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Ada Kavin Jay di JICOMFEST 2019. Siapakah Kavin Jay? Nah, kita kenalan dulu, yuk!

Kavin Jay adalah seorang komika dari Malaysia. Dia adalah satu-satunya komedian Asia yang berhasil masuk peringkat sepuluh besar Best Netflix Comedy Special The Wrap 2018.

Kavin Jay, 39, berkarir di dunia komedi sejak tahun 2006. Materi yang dia bawakan biasanya tak jauh dari kehidupan warga Melayu, lebih tepatnya orang Malaysia.


Sejarah Kavin Jay sebagai komika terbilang menyentuh. Sebenarnya dia adalah insinyur lulusan South Tyneside College, Newcastle. Namun pria brewok ini nekat terjun ke dunia komedi untuk memenuhi harapan mendiang saudara lelakinya, Dheepak. Dia mengadakan pertunjukan perdana tiga bulan setelah meninggalnya Dheepak.

Rupanya Kavin Jay memang berjodoh dengan stand up comedy. Dia menjadi komedian termuda di Malaysia dua tahun kemudian. Sekarang namanya sering wira-wiri di program Netflix.

Selain Kavin Jay, JICOMFEST 2019 juga bakal dimeriahkan oleh dua komika bertaraf internasional lainnya. Mereka adalah Yumi Nagashima dan Maz Jobrani. Jangan sampai ketinggalan menyaksikan penampilan heboh mereka tanggal 3 Agustus 2019 nanti.

Saturday, June 1, 2019

Ayo Nikmati Kopi Wamena di Festival Lembah Baliem 2019

June 01, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Festival Lembah Baliem 2019 akan digelar 7-11 Agustus, di Wamena, Jayawijaya, Papua. Event ini dijamin kaya akan atraksi budaya. Namun, kalian yang berkunjung ke Lembah Baliem, jangan lupa untuk menikmati Kopi Wamena.

Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono mengatakan, kenikmatan Kopi Wamena sudah mendunia. Produknya banyak dicari penikmat kopi di berbagai penjuru dunia.

"Kopi Wamena sangat khas dan sangat terkenal di mancanegara. Rasanya nikmat, apalagi bila dinikmati langsung di Wamena. Sembari menikmati parade budaya Festival Lembah Baliem 2019, wisatawan bisa menyeruput hangatnya Kopi Wamena. Suasananya semakin klop kala bertemu dengan udara sejuk di Wamena," tutur Don Kardono.

Kopi Wamena dikembangkan secara organik. Tanpa menggunakan pestisida dan pupuk sintetis. Kopi ini pun semakin unik. Ada aroma cokelat dan floral, asam yang sedang, hingga body yang medium. Aroma floral ini menjadi daya tariknya karena jarang ditemui. Konon aroma floral muncul karena kopi ditanam di ketinggian dan dilakukan secara organik.

Kopi Wamena di tanam pada ketinggian sekitar 1.200-1.600 mdpl. Dengan karakter tanah vulkanik. Suhu udaranya mencapai 15 derajat celcius pada malam hari. Rata-rata kopi yang ditanam di sini jenis arabika. Sebab, jenis arabika sangat ideal ditanam pada ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. Jadi, semakin tinggi lokasi penanaman kopi, maka kualitas buahnya bertambah bagus.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayawijaya Alpius Wetipo, menilai Kopi Wamena sangat nikmat.

"Tempat tumbuh Kopi Wamena memang sangat khas. Penanamannya itu dilakukan tradisional atau tanpa campur tangan kimiawi. Kopi ini ditanam warga di sepanjang lembah. Dengan karakter unik tempat tumbuhnya, cita rasa yang ditampilkan pun nikmat," terang Alpius Wetipo.

Kopi Wamena memiliki rasa balance dan smooth. Aroma yang dihasilkan harum, lalu sweetness-nya sedang. Kopi tersebut cenderung menghasilkan flavor note yang earthy. Ada sensasi herbal, lalu aftertaste terasa smokey. Dengan karakter uniknya, Kopi Wamena sering dipakai sebagai campuran house blend.

"Kopi Wamena ideal sebagai buah tangan saat berkunjung ke Festival Lembah Baliem 2019. Kopi ini juga mudah dijumpai di sana. Harganya tentu sangat bersahabat. Kopi Wamena tentu semakin memperkaya destinasi wisata di Indonesia," tegas Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Salah satu penghasil dan distributor Kopi Wamena adalah Koperasi Baliem Arabica. Mereka tahun lalu juga ikut mengisi stand penjualan Kopi Wamena di Festival Lembah Baliem 2018. Sudah tersertifikasi, Koperasi Baliem Arabica pun menggunakan brand Baliem Blue Coffee. Penjualannya dilakukan online melalui papuamart.com. Mereka memiliki pangsa pasar Hong Kong.

"Memiliki kualitas, Kopi Papua memang selalu mengisi pangsa pasar mancanegara. Saluran distribusi penjualannya tentu banyak. Dan, Kopi Wamena membuat Festival Lembah Baliem 2019 semakin eksotis. Bersinergi dalam festival, kami yakin income para pengrajin Kopi Wamena akan optimal," papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar Muh. Ricky Fauziyani.

Kopi Wamena kerap menjadi incaran para wisatawan. Pada event 2018, Koperasi Baliem Arabica meraih rata-rata income Rp1,3 Juta. Apalagi, dominasi wismannya hingga 60% bila dibandingkan 40% komposisi wisnus. Dikelola secara mandiri, Koperasi Baliem Arabica telah mengekspor produknya ke beberapa negara. Selain Hong Kong, ada juga Amerika Serikat dengan serapan 36 ton pada 2013.

"Festival Lembah Baliem akan jadi paket wisata yang lengkap. Kopi Wamena akan melengkapi warna eksotis budaya dan alam di sana. Wisatawan yang berkunjung tentu akan mendapatkan experience yang luar biasa. Pasti ada kesan positif yang muncul. Silahkan datang ke Festival lembah Baliem dan nikmati Kopi Wamenanya," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.