Update Berita Terbaru 2020

Saturday, May 25, 2019

Kartunis Indonesia Diajak Menggali Kreativitas di Borobudur Cartoonist Forum 3

May 25, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Para kartunis Tanah Air kembali diajak menggali kreativitas lewat event Borobudur Cartoonist Forum 3. Kegiatan ini akan dilakukan 2-3 November 2019. Lokasinya di Hotel Pondok Tinggal, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kreativitas kartunis tidak boleh mati. Dan, harus terus diasah untuk mendapatkan hasil terbaik.

"Kreativitas selalu berkembang. Semuanya berkompetisi untuk menampilkan karya terbaik. Para kartunis kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya. Karena, akan hadir Borobudur Cartoonist Forum 3. Event ini sungguh luar biasa. Mengajarkan revolusi mental, lalu muaranya pengembangan kualitas sumber daya manusia," tutur Ganjar Pranowo.

Borobudur Cartoonist Forum 3 mengangkat tema Mental Juara. Para peserta akan diajak memunculkan kreativitas, produktivitas, dan soliditas karakter. Borobudur Cartoonist Forum juga memberi tips memiliki mental juara. Seperti berlaku obyektif, tidak suka dipuji, sabar, menerima kritik, dan terus mengembangkan potensi diri.

"Sikap Mental Juara harus dimiliki generasi milenial. Sebab, mereka akan menjadi pemimpin di masa mendatang. Mereka juga harus mengembangkan kreativitas dan potensi diri. Dari sudut pandang seni dan budaya, Borobudur Cartoonist Forum 3 akan banyak memberikan banyak pengetahuan baru," kata Kepala Disporapar Jateng Sinoeng Nugroho.

Borobudur Cartoonist Forum 3 memiliki 8 agenda. Ada Pengumuman Pemenang BCF3 International Cartoon Exhibition (Free Theme) juga diskusi. Digelar juga Pameran Karya Kartunis Mancanegara, Lomba Kartun On The Spot, dan Sarasehan. Ada juga Pentas Seni, Workshop, dan Kartunis in Action.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung mengatakan, event ini akan memberikan kemeriahan buat para peserta.

"Program Borobudur Cartoonist Forum 3 kaya akan inspirasi. konten-konten pendukungnya menarik dan penuh pengetahuan. Tentu ada banyak value yang akan diterima peserta. Untuk itu, pastikan semua bergabung dalam program tersebut. Apalagi, waktu persiapan untuk bergabung masih panjang," terang Adella.

Salah satu konten yang patut ditunggu adalah Lomba Kartun On The Spot. Lomba tersebut meliputi, Karikatur dengan fokus wajah dan gagasan relevan. Ada juga lomba Kartun Politik/Opini, Kartun Lelucon Sosial (Gag Cartoon), dan Kartun Strip (2 Panel). Dibuka juga lomba Kartun Ilustrasi (menurut naskah), Kartun Art (Penghias Interior), juga Impromptu.

"Lomba-lomba yang ditampilkan bisa menjadi parameter kemampuan. Di situ juga tentu ada inspirasi dan ide-ide baru yang muncul dari obyek yang diciptakan. Pokoknya, Borobudur Cartoonist Forum 3 ini sangat seru. Apalagi, ada banyak forum diskusi yang digulirkan di sana," jelas Adella lagi.

Sedangkan diskusi dilakukan melalui beragam kanal. Ada Sarasehan yang mengangkat isu bahasan seni kartun yang terkena efek disrupsi teknologi. Di situ ada treatment yang ditawarkan para narasumbernya seperti, Lukas Luwarso. Diskusi Panel dengan fokus aspek fisik dan teknis karya kartun. Untuk panelisnya sementara diplot Kepala Disporapar Jateng, Prie GS, hingga Kuss Indarto.

"Borobudur Cartoonist Forum 3 sangat menarik. Isu dan wacana yang dikembangkan tepat sasaran dan kekinian. Ada banyak solusi yang ditawarkan untuk menyikapi berbagai persoalan yang muncul saat ini. Event berkualitas karena diisi oleh para pakar di bidangnya," papar Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kemenpar Wawan Gunawan.

Dalam kegiatan ini, peserta juga bisa menikmati beragam karya menarik. Sebab, Pameran Kartun Internasional bertemakan bebas (Free Theme) ikut ditampilkan. Pengisinya kartunis domestik hingga mancanegara. Dengan tajuk BCF3 International Cartoon Exhibition 2019-Theme: Free, pameran ini juga disajikan selama 2 hari penuh.

"Nilai edukasi dari Borobudur Cartoonist Forum 3 sangat kuat. Hal ini selaras dengan visi Indonesia ke depan. Melalui program ini, akan lahir talenta-talenta kreatif dengan ide dan gagasan luar biasa. Mereka akan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi dunia. Sebab, selain budayanya, alam di sini juga sangat eksotis," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

Saturday, May 18, 2019

Cara Membuat Sate Lilit, Makanan Khas Bali yang Gurih dan Kaya Bumbu

May 18, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Makanan khas Bali memang selalu menggoda selera. Salah satu yang paling populer mungkin bebek betutu. Tetapi sebenarnya pulau dewata masih punya sederet kuliner otentik yang tak kalah nikmat di lidah. Plecing kangkung misalnya. Sate lilit misalnya.

Bicara soal sate lilit, makanan khas Bali yang satu ini pasti digemari pecinta ikan. Pasalnya sate memang dibuat dari fillet ikan yang digiling dan dicetak sebelum dibakar. Karena itulah rasanya pun istimewa. Apalagi dengan paduan bumbu khas Bali yang sarat aroma. Dijamin semakin nikmat saat disantap bersama nasi putih.

Bagi Anda yang ingin mencoba membuat sate lilit sendiri, berikut ini resep yang bisa dipraktikkan di rumah.

Resep Sate Lilit

Bahan:

  • 400 gram fillet ikan tenggiri giling
  • 100 gram ayam giling
  • 25 gram tepung kanji/tapioka
  • 50 gram tepung terigu serbaguna
  • 1 kuning telur ayam
  • 1 ruas jari kunyit
  • 1 ruas jari jahe
  • 1 ruas jari kencur
  • 1 ruas jari lengkuas
  • 4 siung bawang putih
  • 6 butir bawang merah
  • 4 buah cabai merah
  • garam secukupnya
  • gula merah secukupnya
  • minyak goreng secukupnya, untuk menumis
  • batang serai sebagai pengganti lidi secukupnya

Cara membuat:

  1. Haluskan kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah, kencur, cabai, lengkuas, garam, dan gula merah. Setelah itu panaskan sedikit minyak di penggorengan dan tumis bumbu hingga harum dan berubah warna.
  2. Campur ikan tenggiri dan ayam giling, tambahkan tepung kanji, tepung terigu, kuning telur, dan terakhir masukkan tumisan bumbu.
  3. Bentuk sate dan lilitkan ke batang serai. Panggang dengan api kecil sampai seluruh bagian sate matang sempurna.

Demikian cara membuat sate lilit, makanan khas Bali yang enak. Sajikan sate lilit bersama sambal matah, nasi, dan pelengkap lainnya.

Saturday, May 11, 2019

Cara Membuat Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

May 11, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Sudah pernah mencicipi nasi goreng kambing Kebon Sirih yang melegenda di Jakarta? Olahan kambing yang satu ini memang benar-benar digemari pecinta kuliner selama bertahun-tahun.

Tidak bisa mencicipi nasi goreng kambing Kebon Sirih karena kejauhan? Kalau begitu coba saja buat sendiri di rumah. Sebenarnya nasi goreng kambing termasuk masakan yang mudah dibuat, kok.

Kalau ingin praktis, pakai saja bumbu gulai basah instan. Tetapi rasanya bakal lebih nikmat lagi jika seluruh bumdu dibuat sendiri.

Berikut ini kami sajikan resep nasi goreng kambing Kebon Sirih yang enak dan mudah. Selamat mencoba!

Resep Nasi Goreng Kambing ala Kebon Sirih

Bahan (untuk 4 porsi):

  • 450 gram nasi pera
  • 300 gram daging kambing, diiris tipis
  • 100 gram minyak samin (bisa diganti butter)
  • 100 ml kaldu kambing
  • 2 cm kayu manis
  • 1 lembar daun salam

Bumbu halus:

  • 7 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 4 buah cabai merah
  • 2 buah cabai rawit merah
  • 1/4 sendok teh kunyit bubuk
  • 1/4 sendok teh jintan bubuk
  • 2 biji cengkeh
  • 2 biji kapulaga
  • 1 sendok makan kecap manis
  • garam secukupnya

Pelengkap:

  • Acar timun & wortel secukupnya
  • Emping goreng secukupnya

Cara membuat nasi goreng kambing:

  1. Panaskan minyak samin di dalam wajan, tuang bumbu halus, kemudian masukkan kayu manis dan daun salam. Tumis ingga harum. Masukkan irisan daging kambing, kemudian aduk lagi.
  2. Tuangkan kaldu kambing, biarkan hingga mendidih dan sedikit kental. Masukkan nasi, kecap, dan garam. Masak hingga kaldu mengering.
  3. Angkat nasi goreng dari penggorengan dan sajikan di piring.
  4. Hidangkan nasi goreng bersama emping, taburan bawang goreng, dan acar di samping nasi.

Demikian resep nasi goreng kambing Kebon Sirih yang bisa Anda praktikkan di rumah. Santap selagi hangat bersama anggota keluarga agar terasa lebih nikmat. 

Saturday, May 4, 2019

Pada Kasus Nyeri Tertentu, Tak Cukup Diobati dengan Obat Gosok Namun Harus Dioperasi

May 04, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Ketika seseorang mengalami nyeri, secara garis besar terdapat dua tipe yaitu akut dan kronik. Pada kasus nyeri tertentu, hal ini tidak bisa dihilangkan hanya dengan obat gosok namun harus melalui operasi.

Dokter spesialis anestesiologi dan reanimasi RS EMC Sentul Ketut Ngurah Gunapriya, menjelaskan bahwa nyeri akut sebenarnya baik karena itu adalah alarm bagi tubuh kita.

"Yang ingin memberitahu bahwa ada bagian dari tubuh kita yang mengalami kerusakan atau potensial rusak atau dia seperti rusak yang diekspresikan sebagai ekspresi sensorik dan emosional dengan sesuatu yang tidak nyaman," kata dokter yang akrab disapa dokter Ngurah ini.

Untuk pengobatan nyeri, kata Ngurah, perawatan paling pertama yang diberikan ke pasien adalah tanpa obat. "Kalau sudah sembuh, sudah cukuplah," katanya.

Kecuali, bila tak jua sembuh barulah diberikan obat. Setelah minum obat ternyata nyeri masih juga kita rasakan, dokter akan kembali memberikan obat tapi yang kali ini memiliki unsur morfin di dalamnya.

"Unsur morfin itu untuk mengurangi nyeri," kata Ngurah.

"Kalau tidak mampu lagi baru dilakukan operasi," Ngurah menekankan.

Lebih lanjut, di antara pengobatan itu sampai akhirnya dilakukan tindakan operasi, ada semacam terapi yang merupakan bagian dari pain management seperti yang ada di Pain Management Center RS EMC Sentul.

"Sekarang berkembang sangat pesat di Indonesia karena terapi ini bisa langsung dari problem-nya," katanya.

"Jadi, misalnya kita kita ada problem tulang belakang, kita lakukan minimal inpasiv untuk mengurangi nyeri dan bisa mencegah tindakan operasi," katanya.

Faktor risiko munculnya nyeri, ujar Ngurah, bisa dari sendi, tulang, dan otot karena injury yang berulang.

"Repetitif injury artinya ada kerusakan dari struktur itu yang terus menerus berulang, yang disebabkan oleh karena olahraga yang tidak tepat tanpa pemanasan, posisi tubuh yang kurang baik, itu akan membuat struktur tubuh kita seperti tulang dan otot akan mengalami ketidakmampuan untuk menyanggah posisi-posisi tersebut," kata Ngurah.

Ngurah menyebut bahwa nyeri pada sendi dan tulang bukan berarti karena kekurangan vitamin. Dijelaskannya bahwa kekurangan vitamin, seperti vitamin D dan kalsium, tidak langsung berefek pada nyeri.