Update Berita Terbaru 2020

Saturday, March 30, 2019

Gim PUBG Akhirnya Diberi Latar Belakang Cerita, Makin Seru!

March 30, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Salah satu gim battle royale terpopuler PUBG tidak terlalu menggali sisi penceritaan. Pengguna di dalamnya hanya bermain dan mengenal karakteristik gim berdasarkan nama.

Namun dari laporan terbaru, PUBG berencana mengubah hal tersebut. Memasuki musim keempat, pengembang PUBG Corp teryata merilis sebuah trailer singkat yang menceritakan tentang gim ini.

Meski singkat, seperti dikutip dari The Verge via Tekno Liputan6.com, PUBG ternyata memiliki latar belakang kisah yang kelam. Hal itu dapat dilihat dari kisah yang ditampilkan di trailer tersebut.

Trailer ini dibuka dengan sosok anak kecil yang berada di pulau Erangel, peta pertama PUBG. Dikisahkan, dia ternyata berhasil menjadi penyintas dari pertempuran yang terjadi di pulau itu.

Lalu, kisah dibawa ke beberapa tahun ke depan, saat si anak kecil itu kini menjadi salah satu peserta pertempuran battle royale. Belakangan, diketahui ternyata ada seseorang yang mengatur turnamen battle royale di Erangel.

Kisah itu pun ditutup dengan diperlihatkannya sosok pria yang menonton pertempuran di Erangel melalui layar monitor. Kemunculan trailer ini, PUBG dipastikan memiliki kisah yang berbeda dari kompetitornya, seperti Fortnite.

Seperti diketahui, Fortnite memiliki kisah yang lebih ceria dengan tampilan gim yang lebih warna-warni. PUBG sendiri memang disebut ingin memperbesar franchise gim ini.

Baru-baru ini, PUBG baru merekrut Glen Schofield, sosok yang bertanggung jawab untuk gim Call of Duty dan Dead Space. Dia disebut akan mengepalai studio baru yang berfokus pada kisah orisinal dalam semesta PUBG.

Gim PUBG Bakal Kehadiran Story Mode
Sebelumnya, dikutip laman Ubergizmo, pengembang PUBG akan menghadirkan pengalaman naratif untuk pengguna. Saat ini, pihak PUBG tengah mengembangkan story mode untuk seluruh PUBG Universe.

Artinya, baik pengguna PUBG versi PC maupun PUBG Mobile akan kebagian story mode ini.

Konfirmasi tersebut muncul dalam pengumuman dari PUBG yang menyebutkan, Co-Founder Sledgehammer bernama Glen Schofield telah bergabung dengan PUBG untuk menjalankan studio baru yang bernama Striking Distance.

Disebutkan, Schofield menjadi CEO Stiking Distante, yakni sebuah studio pengembangan gim baru. Sekadar informasi, Striking Distance inilah yang akan menggarap pengalaman naratif bagi PUBG Universe.

Sejauh ini, PUBG merupakan sebuah gim battle royale yang berfokus pada pengalaman multiplayer.

Di mana, para pemain harus berkompetisi memenangkan permainan dengan mengalahkan seluruh tim lawan. Tim yang bertahan hingga akhirlah yang dinyatakan sebagai pemenang gim PUBG.

Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Pemain PUBG
Namun demikian, gim PUBG tidak memiliki cerita tentang alasan serta tujuan adanya pertarungan. Oleh karenanya, proyek pengalaman naratif ini akan menambah perspektif berbeda untuk para pemain PUBG.

"Sepanjang karier saya, saya memiliki banyak peluang membuat gim luar biasa yang menceritakan kisah-kisah luar biasa. Masing-masing memiliki sesuatu yang istimewa bagi saya," kata Schofield, sebagaimana dikutip Venture Beat.

Dirinya menyebut bahwa pengalaman mengembangkan gim beserta cerita naratif akan membantu Schofield membangun tim yang bisa mengeksplorasi desain dan konsep baru di Striking Distance.

Saturday, March 23, 2019

Trafik Diklaim Meningkat Tajam, XL Perluas Jaringan Data di Kalimantan

March 23, 2019 Posted by mirajudin , No comments

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus membangun jaringan data 4G LTE di Kalimantan. Langkah strategis ini perlu dilakukan mengingat permintaan masyarakat Kalimantan atas layanan data dari XL Axiata yang terus meningkat. Hal ini terlihat dengan terus meningkatnya trafik data dari tahun ke tahun, seperti dalam setahun terakhir meningkat sekitar 43%.

Tahun ini, rencana perluasan jaringan antara lain akan mencakup wilayah di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Selain itu, sebagai bagian dari rencana tersebut, XL Axiata juga akan membangun jaringan 4G melalui program Universal Service Obligation (USO) yang difokuskan di area-area pedalaman yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi.

Group Head XL Axiata Jabodetabek dan Kalimantan Region, Bambang Parikesit mengatakan, "Selain aspek bisnis, visi kami dalam memperluas jaringan data ke berbagai wilayah Kalimantan adalah mendukung percepatan pembangunan. Kami ingin ikut berkontribusi dalam upaya pemerintah daerah memajukan wilayahnya. Infrastruktur jaringan data yang berkualitas, antara lain berupa tersedianya sambungan internet cepat, akan memungkinkan pelaksanaan digitalisasi di berbagai bidang yang pada akhirnya mendukung percepatan pembangunan di Kalimantan."

Bambang Parikesit menambahkan, tahun 2019 ini XL Axiata akan melanjutkan kebijakan pembangunan jaringan data hingga menjangkau daerah-daerah terpencil di Kalimantan. Dengan adanya perluasan ini, maka jaringan data berkualitas XL Axiata telah menjangkau sekitar 54 kota/kabupaten atau lebih dari 96% populasi Kepulauan Kalimantan dengan didukung oleh lebih dari 7.000 BTS termasuk lebih dari 5.400 BTS data (3G/4G). Pembangunan infrastruktur jaringan ini juga didukung kabel serat optik antardaerah.

Saat ini jaringan data XL Axiata telah tersedia di 9 kota/kabupaten di Kalimantan Timur, dengan dukungan total lebih dari 2000 BTS. Khusus jaringan 4G LTE, sudah masuk ke 7 kota/kabupaten, dengan lebih dari 650 BTS. Kota/kabupaten yang sudah terlayani jaringan Data XL Axiata, antara lain di Kalimantan Timur meliputi Balikpapan, Samarinda, Bontang, Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser dan Penajam Paser Utara. Kalimantan Utara meliputi Tarakan, Bulungan, Malinau, dan Nunukan.

Kalimantan Barat ada di Pontianak, Singkawang, Bengkayang, Ketapang Kubu Raya, Landak, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang. Kalimantan Tengah : Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kota Palangkaraya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Murung Raya, Pulang Pisau, Seruyan, dan Mukamara, Kalimantan Selatan:Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengan, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Tapin.

Untuk jaringan backbone fiber optik, di Kalimantan hingga saat ini sudah mencapai sekitar 2500 kilometer. Jaringan ini menjadi tumpuan bagi jaringan infrastruktur XL Axiata yang menjangkau seluruh provinsi di Kalimantan, serta menghubungkannya dengan pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Sulawesi. Hingga akhir tahun 2019 XL Axiata menargetkan penambahan jaringan fiber optik di Kalimantan sepanjang sekitar 1400kilometer. Hal tersebut dilakukan agar pengguna layanan data di Kalimantan dapat lebih nyaman menikmati jaringan data yang stabil dan berkualitas

Selain itu, XL Axiata juga tetap memperhatikan kebutuhan telekomunikasi dasar bagi masyarakat di pelosok. Hal tersebut dibuktikan dengan mulai membangun jaringan USO di beberapa wilayah di Indonesia sejak tahun 2018. Alhasil, saat ini sudah mulai terlihat peningkatan trafik pengguna layanan XL Axiata di daerah-daerah yang telah terjangkau oleh jaringan USO tersebut. Jaringan USO XL Axiata telah beroperasi di Kalimantan Barat, dengan total BTS 23 BTS yang terdapat di Ketapang 6 BTS, Bengkayang 4 BTS, Landak 2 BTS, Kayong Utara 1 BTS, Sambas 2 BTS dan di Sanggau 8 BTS, sedangkan di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak total 7 BTS terdapat di Tabalong

Jumlah pelanggan di Kalimantan hingga akhir Juni 2019, tercatat sekitar 1.7 juta pelanggan, dengan lebih dari 75% merupakan pelanggan data aktif. Jumlah tersebut meningkat sekitar 14% dari periode yang sama tahun lalu. Jumlah pelanggan data di Kalimantan ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan meluasnya jaringan 4G LTE XL Axiata, ditambah dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat yang berada di area perkotaan ataupun pedesaan untuk memanfaatkan layanan data guna mendukung aktifitas kesehariannya.

Hingga kuartal pertama 2019 jumlah pelanggan XL Axiata mencapai sekitar 55,1 juta pelanggan, dengan jumlah pelanggan data mencapai sekitar 86% dari total pelanggan. Jaringan infrastruktur jaringan yang mendukung berupa lebih dari 122 ribu BTS, termasuk lebih dari 85 ribu BTS data (3G & 4G), yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, serta jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 45 ribu km. Saat ini jangkauan layanan data 4G XL Axiata juga telah melayani sekitar 405 kota/kabupaten di Indonesia.

Saturday, March 16, 2019

Selisih Sejuta, Mana yang Terbaik Antara Samsung A80 dan Samsung S10e?

March 16, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Samsung resmi merilis Galaxy A80 di Indonesia dengan harga Rp 9.499.000. Smartphone ini memiliki keunggulan di sektor kamera, tepatnya fitur rotating camera yang membuat kamera depan dan belakang sama baiknya.

Menariknya, harga Galaxy A80 ternyata memiliki selisih tidak terlalu besar dengan Galaxy S10e, smartphone yang notabene seri premium 'terjangkau' dari Samsung.

Untuk diketahui, Galaxy S10e dibanderol dengan harga Rp 10.499.000 untuk pasar Indonesia. Lantas, seperti apa rencana Samsung dengan kedua smartphone anyar ini?

Menjawab pertanyaan tersebut, Product Marketing Manager Irfan Rinaldi menuturkan, keduanya menyasar target pengguna yang berbeda. Dia mengatakan Galaxy A80 lebih ditujukan untuk generasi muda yang aktif membuat beragam konten.

"Targetnya (Galaxy A80) kami memang ingin untuk live generation. Karenanya, salah satu yang diandalkan adalah kualitas kamera, kami tidak ingin komporomi sehingga kemampuan kamera depan dan belakang sama baiknya," tuturnya ditemui usai peluncuran Galaxy A80 di Jakarta.

Selain itu, dari sisi estetis, smartphone ini berhasil tampil dengan desain full screen. Hal itu dimungkinkan sebab Samsung membuat modul kamera yang dapat dirotasi sehingga layar bersih dari cutout atau notch.

Tidak hanya itu, Samsung juga memilih untuk menghilangkan speaker untuk telepon dan menggantinya dengan on screen speaker (teknologi suara di bawah layar yang mengubah getaran menjadi suara).

"Sementara Galaxy S10e memang ditujukan untuk power user yang membutuhkan perangkat lebih compact," tuturnya. Nah, untuk kamu sendiri bagaimana? Pilih Galaxy S10e atau Galaxy A80?

Spesifikasi Samsung Galaxy A80
Kehadiran rotating camera memang membuat smartphone ini tampil full screen. Galaxy A80 sendiri memiliki layar Super AMOLED FHD+ berukuran 6,7 inci.

Beralih ke dapur pacu, smartphone ini dipersenjatai chipset Qualcomm Snadragon 730G, RAM 8GB, dan memori internal 128GB.

Sementara tiga lensa pada Galaxy A80 hadir dengan sensor utama 48MP, ultrawide 8MP, serta sensor 3D (ToF) Galaxy A80 yang menawarkan fitur Live Focus.

Untuk urusan daya, Galaxy A80 mengusung baterai berkapasitas 3.700 mAh dan dilengkapi Super-Fast Charging 25W. Soal fingerprint sensor, Galaxy A80 sudah memiliki pemindai sidik jari dalam layar.

Saturday, March 9, 2019

Terjun Industri Smartphone Gaming, MediaTek Perkenalkan Prosesor Helio G90

March 09, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Seiring populernya smartphone gaming seperti ROG Phone, Razer Phone, hingga Xiaomi Black Shark, prosesor yang terdedikasi untuk gaming pun bermunculan.

Seperti contohnya yang dibesut oleh MediaTek. Dilansir GSM Arena via Tekno Liputan6.com, MediaTek mengumumkan chipset untuk smartphone gaming pertamanya, yakni Helio G90.

Perusahaan asal Taiwan tersebut mengumumkan keberadaan Helio G20 melalui sebuah gambar, yang diunggah di jejaring sosial Weibo.

Sayangnya, MediaTek tidak mencantumkan informasi lain tentang chipset tersebut. Kendati demikian, bocoran tentang performanya telah beredar.

G90 diprediksi berbasis pada Helio P90, yang memiliki CPU dengan dua inti Cortex-A75 (2.2GHz) dan enam inti A55 (2.0GHz). Sementara untuk GPU, hardware itu disokong Imagination PowerVR GM9446 (970MHz), yang menjanjikan peningkatan 15 persen dibandingkan Mali-G72 yang ada pada Helio P70.

Untuk GPU pada chipset G90 ini, MediaTek dinilai meningkatkan pengalaman gaming dengan modus khusus, seperti yang dimiliki chipset Kirin.

Smartphone gaming sendiri tampak kian populer. Namun, muncul kritikan karena kebanyakan di antaranya menggunakan chipset yang sama seperti flagship smartphone non-gaming.

Diharapkan, kehadiran Helio G90 dan prosesor gaming besutan Qualcomm yakni Snapdragon 855 Plus, akan memberikan pengalaman gaming yang jauh lebih baik untuk pengguna.

Saturday, March 2, 2019

3 Aplikasi Mirip FaceApp Ini Ikut Viral Karena Fitur 'Wajah Tua'

March 02, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Belakangan ini, aplikasi wajah tua yang bisa melakukan 'permak' pada foto wajah kita untuk dibuat menjadi tua.

Sejumlah warganet hingga selebritas pun ramai-ramai mengunakan FaceApp. Alhasil, tren #FaceAppChallenge sempat viral di berbagai platform media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook.

Dengan kepopuleran yang didapat oleh FaceApp, sejumlah aplikasi tiruan, yang kurang dikenal, tiba-tiba melesat dan bertengger pada posisi teratas di App Store dan Google Play.

Dikutip dari Mashable via Tekno Liputan6.com, tiga dari sepuluh aplikasi gratis teratas di App Store adalah aplikasi 'rombak' wajah, serta aplikasi berbayar nomor satu. Sementara itu, FaceApp masih memegang posisi teratas di kategori aplikasi gratis.

Popularitas instan ketiga aplikasi itu menunjukkan bagaimana kesuksesan satu aplikasi seperti FaceApp dapat mempengaruhi aplikasi serupa, meskipun mereka kurang update atau kualitasnya dipertanyakan.

Ambil contoh aplikasi AgingBooth. Diluncurkan 9 tahun lalu, aplikasi ini sekarang meloncat menjadi aplikasi nomor dua di App Store (dan di top 50 Google Play).

Anehnya, AgingBooth sama sekali belum mendapatkan pembaruan hampir tiga tahun. Tetapi, dalam sepekan terakhir ini aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 2,2 juta kali, berdasarkan data dari Sensor Tower.

Tidak seperti FaceApp yang menghadirkan 'permak' wajah lebih realistis, efek AgingBooth terlihat lebih seperti kartun.

Aplikasi lain dengan kualitas meragukan juga menuai popularitas. Dibuat oleh pengembang asal Tiongkok, Akie Mine, aplikasi berjudul faceapp! juga beranjak ke posisi teratas di peringkat App Store dalam beberapa hari terakhir. Tampil dengan ikon mirip FaceApp, anehnya aplikasi ini tidak memiliki fitur yang dapat mengubah usia.

Terakhir, Oldify adalah aplikasi klon FaceApp yang populer baru-baru ini. Berumur 6 tahun, aplikasi ini tidak dapat diunduh secara gratis.

Oldify sendiri saat ini masuk ke dalam daftar teratas aplikasi berbayar di iOS, dan untuk mendapatkannya Anda harus membayar 13 ribu saja. Aplikasi ini sudah diunduh sebanyak 330 ribu kali hanya dalam seminggu terakhir.