Update Berita Terbaru 2020

Sunday, February 24, 2019

Deputi Kemenpar dan Tiga Dosen Poltekpar Palembang Raih Sertifikat AHLEI

February 24, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar bersama Tiga dosen di Poltekpar Palembang, meraih sertifikat dari American Hotel and Lodging Educational Institute (AHLEI). Mereka mengikuti masa pelatihan selama sepekan dan menjalani ujian selama lima hari.

Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap, menilai sertifikasi CHE dari AHLEI sangat penting. Karena, berdampak pada peningkatan kualitas mahasiswa yang langsung berinteraksi dengan dosen.

"Dosen pada praktiknya memiliki tugas berat. Oleh karena itu, mereka perlu meningkatkan kualitas diri agar bisa meningkatkan kualitas mahasiswanya melalui perkuliahan. Mereka perlu menjadi sosok profesional yang berdedikasi untuk memajukan pendidikan tinggi dalam hal ini vokasi kepariwisataan," kata Zulkifli.

AHLEI merupakan institusi nonprofit yang berdiri sejak tahun 1953. Anggota America Hotel and Lodging Association (AHLA) juga melaksanakan pendidikan di bidang Hospitalily Educator. Serta sertifikasi profesional di berbagai tingkat dengan mengutamakan kualitas.

Institusi ini memiliki reputasi yang telah diakui secara internasional dengan melakukan afiliasi ke perguruan tinggi atau lembaga pendidikan dan hotel di lebih dari 54 negara.

"Program pelatihan CHE dirancang sebagai bentuk pengakuan yang menilai para dosen atau tenaga pendidik dari aspek pengetahuan (knowledge) pengalaman mengajar (experience) serta standar-standar lain yang telah ditentukan oleh institusi tersebut. Dari pengakuan professional CHE itu, kita harap bisa meningkatkan kinerja dosen atau tenaga pengajar," terangnya.

Zulkifli menambahkan, yang diajarkan oleh CHE selama masa pelatihan meliputi implementasi pengajaran. Mulai perencanaan, komunikasi umum di kelas, hingga membangun budaya yang positif kepada mahasiswa di kelas.

"Kita dikenalkan dengan INTRO; Interest, Need, Time, Range dan Objective. Kita berlatih membangun minat mahasiswa agar tertarik dengan pelajaran, memberi pemahaman kenapa mereka membutuhkan pelajaran tersebut, berapa lama waktu yang dibutuhkan, menerapkan diskusi kelompok dan mendemonstrasikannya, serta menilai secara objektif tentang yang harus dilakukan mahasiswa di akhir pelajaran," terangnya.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani sependapat dengan Zulkifli.

"Sertifikat ini membuat dosen Poltekpar Palembang tidak hanya berkompetensi, tetapi juga semakin berkualitas. Hal ini tentu sangat penting buat seorang pengajar dan kampusnya. Kita berharap hal seperti ini bisa diikuti dosen lain," paparnya.

Giri Adnyani yang juga mendapat sertifikat CHE, mengatakan sertifikasi ini terkait dengan program 3C. Kelulusan meraih CHE memiliki banyak manfaat. Pertama meningkatkan citra dosen. Dosen yang memegang sertifikat ini menjadi "internationally recognized", sekaligus meningkatan citra institusi Poltekpar, paparnya

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memberikan apresiasinya buat Poltekpar Palembang.

"Prinsipnya, jika ingin mendapatkan sumber daya yang bisa bersaing secara global, berarti standar yang digunakan juga harus global. Poltekpar Palembang sudah menaikkan gade dosen. Kita harapkan imbasnya ke mahasiswa. Agar pariwisata Indonesia, khususnya Palembang, bisa memiliki SDM berkualitas juga," paparnya. 

Sunday, February 17, 2019

Yuk, Singgahi Surga Bahari Indonesia di Festival Pesona Bunaken 2019

February 17, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Siapa yang tak mengenal Bunaken. Destinasi ini sering disebut sebagai surga bahari Indonesia. Tapi, bukan saja alam bawah airnya yang indah. Bunaken pun memiliki atraksi wisata yang memukau.

Festival Pesona Bunaken namanya. Sebuah festival yang mengangkat beragam keunikan Bunaken. Tahun ini festival tersebut siap menyapa wisatawan.

Menurut Ketua Tim Kurator Calendar of Event (CoE) Kemenpar, Don Kardono, Festival Pesona Bunaken menjadi cara yang tepat menikmati sisi lain Bunaken.


"Ini merupakan festival yang keren untuk dinikmati. Eksistensinya selalu diperkuat, selalu di upgrade setiap tahunnya. Maka tak salah jika Festival Pesona Bunaken selalu menjadi langganan masuk dalam 100 CoE Kemenpar," kata Don Kardono.

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, konsep menarik memang siap ditampilkan di festival ini. Rangkaiannya banyak, dan pastinya siap memanjakan wisatawan.

Ada food festival, permainan, pertunjukan musik, liveaboard Bunaken Sail trip, kompetisi Underwater Photography dan triathlon. Ada pula, pagelaran adat mane'e, turnamen mancing, coastal cleanup bersih-bersih pantai dan bawah laut, serta turnamen mancing. Wisatawan pun bakal diajak nongkrong asik di tepi pantai dalam program bakar ikan.

"Dan semuanya akan membawa wisatawan menyelami keindahan seutuhnya dari Bunaken," imbuh Don yang juga Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono itu.

Terpisah Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE) Esthy Reko Astuty mengatakan, festival ini mempertegas nama besar Bunaken sebagai destinasi bawah laut kelas dunia. Keberadaan sudah diakui UNESCO, sebagai surganya bawah laut di Manado.

Betapa tidak, Bunaken menawarkan petualangan yang menakjubkan bagi para penyelam. Aneka warna terumbu karangnya menakjubkan. Begitu juga dengan 2.000 spesies ikan dan biota laut dapat dengan mudah ditemukan disini. Unicorn, sweetlip, trigger, dansel, dan wrase adalah ikan yang kerap dijumpai. Bila menyelam di kedalaman 100 meter, ikan besar akan menyapa. Hiu kepala martil, lumba-lumba, pari, layar, marlin hingga ikan paus akan menemani penyelam menikmati suasana.

"Inilah yang membuat Bunaken begitu tersohor di mata penyelam-penyelam dunia. Dan itu semakin diperkuat dengan Festival Pesona Bunaken yang juga menjadi festival unggulan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)," kata Esthy.

Sementara itu Asisten Depduti Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar Muh. Ricky Fauziyani menyakini jika Festival Pesona Bunaken akan kembali sukses mengundang wisatawan. Bukan sekedar datang, festival ini pun akan menjadi sarana menambah lama tinggal wisatawan di Sulut.

"Karena memang mutu dari festival ini sangat luar biasa. Semua dicreate dengan baik. Dan festival ini juga akan semakin mengangkat destinasi lainnya di Manado dan sekitarnya," papar Ricky.

Di satu sisi Sulut pun diuntungkan dengan aksesibilitas yang mumpuni. Ada Bandara Internasional Sam Ratulangi yang menjadi gerbang wisata di Sulut. Rute penerbangannya cukup lengkap menjembatani berbagai daerah di Indonesia dan juga berbagai negara.

Soal amenitas pun sama. Di Manado bertaburan berbagai hotel berbintang. Homestay dan cottage pun sangat lengkap di sana.

"Sulut adalah The Rising Destination Of The Year 2019. Gelar itu bukan tanpa sebab. Destinasinya semua keren. 3A-nya (Akses, Amenitas, Atraksi) mumpuni. Dan Festival Pesona Bunaken 2019 semakin mempertegas itu semua. Silahkan datang dan nikmati surga bahari Bunaken di Sulut," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Sunday, February 10, 2019

Maskot Festival Morotai 2019 Diperkenalkan dalam Launching di Landmark Ternate

February 10, 2019 Posted by mirajudin , No comments

Meski akan dilaksanakan Agustus, Festival Morotai 2019 sudah tancap gas. Event ini dilaunching di Landmark Ternate, Maluku Utara, oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai bersama Kementerian Pariwisata. Dalam kegiatan itu, maskot Festival Morotai, Gomo atau Gorango Morotai, ikut diperkenalkan.

Launching Festival Morotai 2019 diwarnai dengan kekayaan budaya Maluku Utara. Berbagai atraksi akan ditampilkan. Seperti tarian penyambutan Cakalele, Tari Tide Tide, Tari Kipas, hingga penampilan artis dangdut ibu kota.

Buat Staf Khusus Menpar bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, launching ini memperlihatkan kesiapan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menggelar event.

"Festival Morotai 2019 ini adalah pendatang baru di Calendar of Event 2019 Kementerian Pariwisata. Tapi, mereka sudah sangat siap. Hal ini dibuktikan dengan launching yang keren. Festival Morotai 2019 sudah siap menyambut wisatawan," papar Don Kardono.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Nona Duwila mengatakan, Festival Morotai akan berlangsung 2 hingga 8 Agustus 2019. Event ini, akan menampilkan berbagai event budaya, sejarah, kuliner hingga olahraga. Termasuk menciptakan rekor MURI di Event Bambu Tada atau Musik Bambu. Kegiatan ini akan melibatkan 2 ribu peserta. Lokasinya di Sail Morotai.

"Untuk Launching, semula kita rencanakan di Jakarta. Namun, untuk memperkenalkan Festival ini lebih dekat ke masyarakat Maluku Utara, launching kita lakukan di Landmark Ternate. Target kita adalah kunjungan wisatawan domestik hingga Mancanegara sebanyak banyaknya," ucap Nona Duwila.

Diterangkannya, puncak Event Festival Morotai 2019 akan mengangkat tema Land of Stories. Sebanyak 500 penari akan tampil. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan mengkolaborasikan lima tarian sekaligus.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar, Esthy Reko Astuty, mengatakan atraksi yang satu ini sangat dijamin kualitasnya. Karena, melibatkan koreografer papan atas Indonesia, Eko Pece Supriyanto.

"Siapa yang berani meragukan sentuhan Eko Supriyanto. Ia adalah koreografer yang kualitasnya mendunia. Eko termasuk orang di balik sukses opening Asian Games 2018. Ia juga memberikan sentuhan di puncak Festival Jailolo 2019. Jadi memang jaminan keren," puji Esthy.

Sedangkan Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani, mengatakan pesona yang dimiliki Morotai akan terangkat melalui event ini.

"Morotai adalah pulau yang indah. Pulau yang memiliki potensi bahari. Dan semua akan diangkat dalam Festival Morotai. Tidak hanya alam, kebudayaan lokal pun akan diperkenalkan. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi Morotai dan mengeksplorasi alam serta budayanya," papar Ricky.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengacungkan jempol atas kesiapan Festival Morotai 2019. Menurutnya, launching menjadi bukti kesiapan daerah.

"Festival Morotai sudah siap menyambut wisatawan. Hal ini terlihat dari launching yang digelar. Event ini bukan hanya menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga bisa berdampak bagus buat ekonomi Morotai. Sukses buat Festival Morotai 2019, semoga eventnya bisa terselenggara dengan baik dan memuaskan," papar Menteri asal Banyuwangi ini. 

Sunday, February 3, 2019

Begini Cara Mencegah Bayi Lahir dengan Bibir dan Lelangit Sumbing

February 03, 2019 Posted by mirajudin , , No comments

Berdasar data yang dirilis World Health Organization (WHO), sekitar 1 dari 500-700 atau 5800 bayi baru lahir di Indonesia terlahir dengan kondisi bibir dan lelangit sumbing. Bibir dan lelangit sumbing termasuk kelainan kraniofasial yang penyebabnya multifaktorial.

Kelainan ini terjadi akibat kegagalan pembentukan bibir dan lelangit pada minggu ke 4 hingga 6 masa kehamilan. Akibatnya, terdapat celah pada bibir dan lelangit sang bayi.

Kami mengajak para orang tua dan masyarakat untuk dapat mengenali secara dini agar penderita bibir dan lelangit sumbing bisa mendapat akses ke pelayanan kesehatan yang efektif sejak dini untuk mendapatkan hasil yang baik, tidak hanya secara estetik namun juga secara fungsional, sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang lebih produktif, ujar dr. Luh K. Wahyuni, SpKFR (K).

Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) sebagai Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyarankan kepada setiap perempuan usia reproduktif dan ibu hamil khususnya, agar dapat menurunkan risiko bayi yang dikandung menderita kelainan bibir dan lelangit sumbing, kiranya dapat lebih memperhatikan asupan gizi selama kehamilan, seperti mengkonsumsi makanan kaya asam folat, menerapkan pola hidup sehat di masa kehamilan, menghindari konsumsi obat-obatan dan alkohol serta menghindari kebiasaan merokok.

Keberadaan anak dengan bibir dan lelangit sumbing merupakan salah satu beban masalah kesehatan yang kadang terabaikan. Inilah yang mendasari didirikannya Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI dan peringatan Bulan Juli sebagai Bulan Kepedulian Bibir dan Lelangit Sumbing.

Kepala Unit Pelayanan Khusus Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI, dr. Kristaninta Bangun, SpBP-RE (KKF) menjelaskan, rangkaian acara ini bermaksud untuk meningkatkan kesadaraan masyarakat terhadap kondisi bibir dan lelangit sumbing dan akibat yang dapat ditimbulkannya.

Sehingga hal ini diharapkan dapat membantu para orang tua yang memiliki anak dengan kelainan bibir dan lelangit sumbing untuk mendapatkan informasi serta penatalaksanaan multidisiplin yang tepat, paparnya.

Secara lebih dekat, Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI merupakan pusat pelayanan multidisiplin untuk penatalaksanaan bibir dan lelangit sumbing serta kelainan kraniofasial lainnya. Unit ini berada di bawah Divisi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Medik Ilmu Bedah, RS Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menyediakan berbagai layanan.

Tidak hanya pembedahan, namun CCC juga melayani terapi lainnya seperti terapi wicara, makan, dan gigi oleh tenaga medis yang telah terlatih di bidangnya masing-masing. Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI menawarkan pelayanan terpadu untuk penderita bibir dan lelangit sumbing yang meliputi pelayanan sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, multi- dan interdisiplin, serta berkesinambungan.