Update Berita Terbaru 2021

Wednesday, July 14, 2021

Tepatkah Penggunaan Ivermectin sebagai Obat COVID-19?

July 14, 2021 Posted by mirajudin , , No comments


Akhir-akhir ini, berita seputar ivermectin sebagai obat COVID-19 cukup ramai diperbincangkan. Beragam kontroversi pun bermunculan terkait efektivitas obat ini untuk mengobati COVID-19. Sebenarnya, apa itu ivermectin dengan merek Ivermax 12 mg dan benarkah obat ini dapat mengobati COVID-19?  

Ivermectin sudah digunakan sejak lama sebagai obat untuk membasmi infeksi cacing parasit pada tubuh manusia dan hewan. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi kutu dan tungau, misalnya pada penyakit kudis.

Beberapa waktu lalu, sebuah penelitian di Australia mengungkapkan bahwa ivermectin terlihat dapat menurunkan jumlah virus Corona secara signifikan pada sel yang terinfeksi virus tersebut.

Ada juga riset yang menyebutkan bahwa ivermectin dapat mempercepat proses pemulihan pada pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan mengurangi risiko terjadinya COVID-19 gejala berat.

Hasil penelitian tersebut disambut dengan antusias oleh beberapa pihak, karena obat ini mudah didapatkan dan harganya jauh lebih terjangkau bila dibandingkan dengan mengembangkan obat baru untuk COVID-19.

Sayangnya, data terkait efektivitas dan efek samping ivermectin sebagai obat untuk COVID-19 masih sangat terbatas dan masih perlu dikaji lebih lanjut. Hingga saat ini, obat ivermectin belum dianjurkan untuk dipakai sebagai pengobatan COVID-19.

Fakta Ivermectin sebagai Obat COVID-19

Ivermectin kerap digunakan sebagai obat cacing dan obat pembasmi kutu. Namun, beberapa penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa ivermectin juga memiliki efek antivirus terhadap beberapa jenis virus, seperti virus Zika, influenza, chikungunya, dan virus Dengue.

Sementara itu, ivermectin sebagai obat COVID-19 telah diteliti dalam studi kecil dan dikombinasikan dengan doxycycline untuk mengetahui pengaruhnya. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa kombinasi kedua obat ini bekerja lebih baik dalam mengurangi gejala dan mempercepat proses penyembuhan COVID-19.

Meski demikian, perlu diingat juga bahwa hingga saat ini belum ada studi yang dapat membuktikan bahwa ivermectin efektif digunakan untuk mencegah COVID-19.

Berbagai institusi kesehatan, seperti FDA, WHO, BPOM, dan Kementerian Kesehatan Indonesia, juga belum merekomendasikan penggunaan ivermectin sebagai obat untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Hal ini dikarenakan belum ada data dan uji klinis yang memadai terkait manfaat ivermectin sebagai obat COVID-19.

Ivermectin sebagai Obat COVID-19 Masih dalam Tahap Penelitian

Meski ivermectin belum dapat digunakan sebagai obat COVID-19, FDA dan berbagai institusi di beberapa negara telah membentuk gugus tugas untuk meneliti potensi ivermectin sebagai obat COVID-19 dan efektivitasnya dalam mengobati penyakit COVID-19 dengan gejala sedang hingga berat. WHO juga telah memberikan anjuran bahwa obat ini boleh diteliti sebagai obat COVID-19.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan Melalui BPOM telah merencanakan penelitian atau uji klinis untuk memastikan manfaat dan keamaan ivermectin sebagai obat COVID-19.

Tapi, hal ini bukan berarti obat ini patut dibeli bebas tanpa pertimbangan dokter, ya. Anda tetap dianjurkan untuk tidak mengonsumsi ivermectin sebagai obat COVID-19 tanpa petunjuk dari dokter.

Peringatan Penggunaan Ivermectin sebagai Obat COVID-19

Layaknya obat-obatan lain, ivermectin pun dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama jika digunakan secara tidak tepat atau dengan dosis yang tidak sesuai. Berikut ini adalah beberapa efek samping obat ivermectin yang bisa muncul:

  • Ruam kulit
  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare
  • Wajah bengkak
  • Pusing
  • Kejang
  • Penurunan tekanan darah
  • Gangguan saraf

Data sejauh ini memang menunjukkan bahwa ivermectin berpotensi untuk digunakan sebagai obat COVID-19, tetapi temuan ini masih dalam tahap penelitian.  Oleh karena itu, Anda tidak disarankan untuk membeli dan mengonsumsi ivermectin secara bebas tanpa adanya petunjuk khusus dari dokter.

Untuk menjaga Anda dan keluarga tetap sehat, tetap patuhi protokol kesehatan dan lakukan tindakan pencegahan COVID-19. Jika mengalami keluhan atau gejala COVID-19, seperti anosmia, demam, batuk, dan sesak napas, segera lakukan isolasi mandiri dan konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

Mengetahui Nilai Saturasi Oksigen dan Cara Meningkatkannya

July 14, 2021 Posted by mirajudin , , No comments


Mengetahui nilai saturasi oksigen normal merupakan hal yang penting, terutama saat pandemi COVID-19 seperti saat ini. Pasalnya, banyak penderita COVID-19 yang kerap mengalami penurunan saturasi oksigen tanpa disadari. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Saturasi oksigen merupakan nilai yang menunjukkan kadar oksigen di dalam darah. Nilai ini sangat berpengaruh terhadap berbagai fungsi organ dan jaringan tubuh. Pengukuran nilai saturasi oksigen dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan analisis gas darah (AGD) atau menggunakan alat oximeter.

Cara Mengukur Nilai Saturasi Oksigen

Analisis gas darah adalah metode pengukuran saturasi oksigen yang dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari pembuluh darah arteri. Hasil analisis gas darah sangat akurat, karena pengukurannya dilakukan di rumah sakit dan dikerjakan oleh tenaga medis profesional.

Sementara itu, oximeter adalah alat pengukur saturasi oksigen yang berbentuk klip. Pengukurannya dilakukan dengan cara menjepitkan oximeter pada jari tangan. Saturasi oksigen kemudian akan diukur berdasarkan jumlah cahaya yang dipantulkan oleh sinar inframerah, yang dikirim ke pembuluh darah kapiler.

Berbeda dengan analisis gas darah, pengukuran saturasi oksigen dengan oximeter bisa dilakukan sendiri dengan mudah di rumah. Oximeter bahkan kini direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk dimiliki di setiap rumah guna mengukur nilai saturasi oksigen secara berkala.

Memahami Interpretasi Nilai Saturasi Oksigen

Hasil pengukuran saturasi oksigen yang dilakukan dengan analisis gas darah ditunjukkan dengan istilah PaO2 (tekanan parsial oksigen). Sementara itu, hasil pengukuran saturasi oksigen dengan menggunakan oximeter ditunjukkan dengan istilah SpO2.

Di bawah ini adalah cara membaca hasil pengukuran saturasi oksigen:

Saturasi oksigen normal

Berikut adalah nilai saturasi oksigen normal pada orang dengan kondisi paru-paru yang sehat atau tidak memiliki kondisi medis tertentu:

  • Analisis gas darah (PaO2): 80–100 mmHg
  • Oximeter (SpO2): 95–100%

Sementara itu, pada orang yang memang memiliki penyakit paru-paru, seperti PPOK, nilai saturasi oksigen normalnya bisa berbeda, tergantung pada kondisi dan penyakit yang dideritanya. Misalnya, orang dengan PPOK berat mungkin akan diminta oleh dokter untuk mempertahankan saturasi oksigen normalnya pada nilai SpO2 88–92%.

Saturasi oksigen rendah

Berikut adalah kriteria nilai saturasi oksigen rendah atau di bawah normal:

  • Analisis gas darah (PaO2): di bawah 80 mmHg
  • Oximeter (SpO2): di bawah 94%

Orang yang memiliki saturasi oksigen rendah atau hipoksemia bisa merasakan berbagai gejala, seperti nyeri dada, sesak napas, batuk, sakit kepala, detak jantung cepat, kebingungan, dan kulit membiru.

Kendati demikian, orang yang mengalami hipoksemia juga bisa tidak merasakan gejala apa pun. Kondisi ini yang disebut dengan happy hypoxia ini bisa terjadi pasien COVID-19.

Hipoksemia, baik yang menimbulkan gejala maupun tidak, bisa menganggu kerja organ dan jaringan tubuh. Bila dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital, seperti jantung, otak, dan ginjal, dan berisiko menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

Saturasi oksigen tinggi

Pada orang yang sehat, kadar saturasi oksigennya terkadang bisa tinggi. Namun, umumnya kondisi saturasi oksigen tinggi lebih sering ditemukan pada orang yang mendapat terapi oksigen, baik dengan selang atau masker oksigen maupun pada pasien yang mendapatkan bantuan pernapasan lewat mesin ventilator.

Untuk mendeteksi saturasi oksigen yang terlalu tinggi, ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan analisis gas darah, yakni dengan hasil PaO2 di atas 120mmHg.

Meningkatkan Saturasi Oksigen dengan Berbaring Tengkurap

Saturasi oksigen yang menurun bisa diobati dengan pemberian terapi oksigen, baik melalui selang oksigen atau masker oksigen. Pada pasien yang tidak bisa bernapas spontan atau mengalami henti napas, penggunaan alat bantu napas, seperti ventilator, mungkin akan diperlukan.

Selain itu, dokter juga bisa melakukan teknik tertentu pada pasien untuk meningkatkan saturasi oksigen.

Teknik proning adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen yang rendah, baik pada pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah atau pada pasien COVID-19 gejala berat yang dirawat di rumah sakit.

Teknik proning dilakukan dengan cara memposisikan pasien berbaring tengkurap. Ini karena posisi tengkurap memungkinkan kantung udara di dalam paru-paru untuk mengembang sepenuhnya, sehingga oksigen bisa masuk ke dalam tubuh dengan lebih maksimal.

Berikut adalah cara meningkatkan saturasi oksigen dengan teknik proning atau berbaring tengkurap:

Posisi 1:

  • Tempatkan bantal di bawah kepala.
  • Berbaring tengkurap dengan kepala menoleh ke satu sisi.
  • Selipkan kedua tangan di bawah dada.

Posisi 2:

  • Tempatkan bantal di bawah kepala dan di bawah perut.
  • Berbaring tengkurap dengan kepala menoleh ke satu sisi.
  • Posisikan kedua tangan di samping bantal.

Posisi 3:

  • Tempatkan bantal di bawah kepala.
  • Berbaring tengkurap dengan kepala menoleh ke satu sisi.
  • Tekuk kaki yang sama dengan arah kepala menoleh, membentuk sudut 90 derajat. Sebagai contoh, bila kepala menoleh ke sisi kanan, maka kaki yang ditekuk juga kaki kanan.
  • Tempatkan bantal di bawah kaki yang ditekuk agar lebih nyaman.
  • Posisikan tangan senyaman mungkin.

Posisi 4:

  • Tempatkan bantal di bawah kepala.
  • Berbaring menyamping ke satu sisi.
  • Tempatkan bantal tambahan di depan tubuh dan sisi tubuh yang menempel di tempat tidur serta di antara kedua lutut untuk menyangga badan.

Anda bisa lakukan 4 teknik proning ini untuk meningkatkan saturasi oksigen yang rendah. Ubahlah posisi setiap 1–2 jam sekali, agar teknik proning bisa dilakukan dengan nyaman. Selain itu, jangan lupa juga untuk terus memantau saturasi oksigen Anda secara teratur, ya.

Apabila setelah melakukan teknik proning, saturasi oksigen Anda tetap rendah atau justru semakin menurun atau jika Anda mengalami keluhan tertentu, seperti sesak napas, lemas, nyeri dada, atau penurunan kesadaran, segeralah hubungi dokter agar kondisi Anda bisa terpantau dan ditangani dengan tepat.

Monday, July 12, 2021

Harga Naik 1.000 Persen, E-Commerce Dilarang Jual Ivermectin

July 12, 2021 Posted by mirajudin , , No comments

Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara resmi meminta perniagaan elektronik atau e-commerce untuk tidak lagi melakukan penjualan obat ivermectin secara bebas. Hal tersebut, diungkapkan Direktur Pemberdayaan Konsumen, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Ojak Simon Manurung, melalui Nota Dinas nomor 178/PKTN.2/ND/07/2021 tertanggal 2 Juli 2021, perihal Hasil Rapat Koordinasi jual Ivermectin melalui e-commerce.

Menurut Ojak Simon Manurung, dalam rapat yang digelar bersama Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) dan Halodoc, Kemendag meminta secara eksplisit agar dilakukan 'Takedown Merchant' penjualan obat ivermectin via e-commerce. “Karena belum ada kesimpulan medis dari BPOM sebagai obat Covid serta harganya kini melonjak hingga 1.000 persen lebih,” ujar Ojak Simon Manurung dalam keterangan resmi.

Kebijakan tidak lagi menjual ivermectin diberlakukan sambil menunggu keputusan BPOM dalam hal penetapan kebijakan atas peredaran obat ivermectin dan kebijakan Kementerian Kesehatan terkait Pengawasan HET obat tersebut. Dalam rapat pihak IdEA dan Halodoc, kata dia, semua sepakat mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan pemantauan terhadap penjualan barang-barang secara online agar tetap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sekaligus melindungi konsumen.

“Rapat juga menegaskan ivermectin adalah salah satu jenis obat keras yang penjualannya memerlukan resep dokter dan tidak boleh dijual secara bebas baik secara offline maupun online,” katanya.

Saat ini, kata dia, di pasaran terdapat 2 (dua) jenis obat ivermectin, yang pertama untuk manusia dan kedua untuk hewan. Berdasarkan keterangan BPOM penggunaan ivermectin pada manusia hanya untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh cacing. “Sedangkan terkait isu yang beredar saat ini belum dapat disimpulkan secara medis bahwa obat tersebut berkhasiat menyembuhkan penderita Covid-19,” katanya.

Ojak mengatakan, idEA telah meminta seluruh toko online yang menjual obat ivermectin untuk sementara tidak lagi menjual obat-obatan tersebut, sampai dengan adanya kebijakan lebih lanjut dari pemerintah. Khususnya, BPOM sebagai otoritas yang berwenang.

Menurutnya, sambil menunggu surat dari Kementerian Perdagangan yang saat ini sedang disiapkan oleh Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa sebagai dasar kebijakan penghentian penjualan ivermectin melalui online, idEA juga akan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh pelaku usaha online agar tidak lagi menjual ivermectin, baik untuk manusia maupun hewan.

Ivermectin masuk klasifikasi obat keras yang harus dengan resep dokter artinya tidak dapat dijual bebas kepada konsumen tanpa resep dokter. Sebelumnya penjualan obat ivermectin melalui pasar online/marketplace melonjak harganya di atas 1.000 persen. Obat yang tadinya hanya sekitar Rp 30 ribu/papan sekarang berada di kisaran Rp 350 ribu-Rp 500 ribu.

Sunday, July 11, 2021

Sea Quill Omega-3 Salmon, Untuk Kesehatan

July 11, 2021 Posted by mirajudin , , No comments

Omega-3, asam lemak esensial memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kita. Omega-3 merupakan makanan otak, telah terbukti secara ilmiah Omega-3 dapat membantu perkembangan otak. Omega-3 sangat baik untuk keceradasan anak-anak dalam masa pertumbuhan, juga untuk nutrisi otak bagi orang dewasa agar tidak mudah pikun atau lupa.

Omega-3 juga dapat mencegah penyakit jantung, karena Omega-3 meningkatkan elastisitas arterial.

Omega-3 juga dapat menurunkan kadar kolestrol, dengan mengkonsumsi Omega-3 tiap hari dapat menurunkan kadar lemak darah (trigliserida). Omega-3 juga baik untuk mata, merupakan komponen utama dari retina.

Untuk ibu hamil Omega-3 baik untuk kesehatan dan perkembangan janin. Omega-3 dapat menurunkan tekanan darah bagi penderita penyakit hipertensi. Omega-3 juga bertindak sebagai agen anti-inflamasi, bermanfaat bagi pasien penderita rheumatoid arthritis dan lupus.

Omega-3 juga berperan dalam tingkat penyerapan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K).

Omega-3 dapat ditemukan pada ikan salmon. Yang termasuk dalam Omega-3 adalah, Alpha Linolenic Acid (ALA), Eicosapentaenoic Acid (EPA), dan Docosahexaenoic Acid (DHA). Omega 3 ikan salmon memiliki banyak manfaat, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Omega-3 ikan salmon baik untuk jantung, juga melindungi myelin (lapisan selubung syaraf). Omega-3 ini dapat juga digunakan untuk perawatan penderita glaukoma, multiple sclerosis, diabetes, migrain, depresi, gangguan bipolar, serangan panik, dan agoraphobia.

Omega-3 memenga kaya manfaat. Untuk kebutuhan Omega-3, Sea Quill mengeluarkan produk suplemen Omega-3 dari ikan salmon. Sea Quill Omega-3 Salmon mengandung kandungan EPA (400mg) dan DHA (300mg), pada setiap kapsul (berisi 1000 mg minyak ikan salmon). Jangan lupa untuk kebutuhan kesehatan kita, konsumsi Sea Quill Omega-3 Salmon setiap hari.

Monday, July 5, 2021

DJI Osmo Mobile 3 Diungkap, Lebih Sempurna Sekaligus Lebih Ringkas Dibanding Pendahulunya

July 05, 2021 Posted by mirajudin , , , No comments

Setelah melihat DJI Osmo Pocket dan Osmo Action, saya sempat mengira kedua produk tersebut sebagai pertanda berakhirnya seri Osmo Mobile yang merupakan gimbal untuk smartphone. Namun ternyata prediksi saya salah. DJI baru saja menyingkap Osmo Mobile 3, dan bersamanya datang sejumlah penyempurnaan esensial.

Yang paling utama, DJI Osmo Mobile 3 adalah yang terkecil jika dibandingkan dengan dua pendahulunya. Gagangnya lebih pendek, dan secara keseluruhan dimensinya jauh lebih ringkas. Bukan hanya itu saja, Osmo Mobile 3 juga dapat dilipat menjadi lebih compact lagi saat sedang tidak digunakan.

Selain berdampak langsung pada portabilitas, desain barunya ini juga punya pengaruh terhadap aspek pengoperasian. Contoh yang paling gampang, port untuk menyambungkan smartphone (charging) maupun mikrofon eksternal tak lagi terhalangi dan dapat diakses dengan mudah pada Osmo Mobile 3.

Dimensi lebih ringkas juga tidak harus berarti ada fitur yang dipangkas. Osmo Mobile 3 bahkan kembali menghadirkan tombol trigger multi-fungsi di sisi belakang gagangnya, yang sempat dieliminasi pada Osmo Mobile 2, meski ini merupakan salah satu fitur unggulan versi orisinalnya.

Fitur pintar lainnya adalah Quick Roll; cukup tekan tombol “M” (Mode) di sebelah joystick sebanyak dua kali, maka pengguna dapat mengubah orientasi ponsel yang terpasang (dari landscape ke portrait atau sebaliknya), tanpa harus melepas dan memasang ponsel kembali. ActiveTrack, fitur andalan DJI untuk lini drone-nya, turut hadir di sini sehingga kamera ponsel bisa terus diarahkan ke subjek secara otomatis.

Terkait baterai, DJI mengklaim daya tahan Osmo Mobile 3 sama persis seperti pendahulunya, yakni hingga 15 jam dalam satu kali pengisian, yang sekarang sudah mengandalkan sambungan USB-C. DJI Osmo Mobile 3 saat ini telah dipasarkan seharga $119, atau dalam bentuk bundel bersama sebuah tripod dan carrying case seharga $139.