Agama sebagai Benteng Kokoh Pencegah HIV

HIV merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia, artinya tubuh kita yang seharusnya memiliki kemampuan untuk menangkal berbagai penyakit yang hendak masuk ke dalam, tidak dapat menjalankan fungsinya. Itulah sebabnya mengapa virus ini dipastikan menjadi salah satu yang mengakibatkan kematian.



HIV masuk ke dalam tubuh melalui kontak secara langsung atau melalui alat yang sudah dipakai seseorang dengan diagnosa positif HIV. Melakukan hubungan seksual dengan pasangan berganti-ganti baik heteroseksual atau homoseksual dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril menjadi cikal bakal yang banyak dikeluhkan menularnya virus ini.Itulah sebabnya mengapa agama bisa menjadi benteng kokoh pencegah HIV. Seperti kita ketahui agama dengan tegas membuat aturan main bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan melakukan kegiatan seksual, yaitu dengan perkawinan dan dianjurkan hanya dengan satu pasangan seumur hidup.

Agama juga secara keras melarang hubungan sejenis atau homoseksual. Karena aktifitas seksual hubungan ini sudah sangat jelas akan melanggar nilai-nilai kepantasan baik yang digariskan oleh agama ataupun secara kesehatan. Misalnya saja hubungan melalui dubur pada pasangan sejenis pria dan pria. Tentu saja aktifitas ini menjadi hal yang memudahkan virus HIV dapat berpindah dari si sakit yang satu kepada yang lain. Demikinan juga jarum suntik yang digunakan untuk memakai berberapa jenis narkoba atau tato dan tindik. Agama, contohnya Islam mengharam umatnya untuk mengkonsumsi segala bentuk benda yang dapat memabukan atau membuat hilangnya kesadaran manusia, termasuk ketergantungannya kepada benda-benda tersebut akan tergolong kepada orang yang berlebih-lebihan dan sangat dibenci Allah SWT.

Termasuk juga tindik pada laki-laki, tindik boleh dilakukan hanya pada perempuan, itupun di daerah-daerah tertentu dan secara wajar, misalnya telinga sebagai wadah untuk menyematkan perhiasan, bukan di tempat-tempat lain seperti perut, mata dan bibir. Dan tato, di alam agama Islam bahkan diharamkan. Itulah sebabnya di dalam forum-forum penyuluhan tentang HIV , agama menjadi salah satu poin yang secara signifikan dapat dijadikan benteng kokoh pencegah HIV. Agama membuat peraturan-peraturan penting bagi umatnya yang disertai dengan konsekuensi yang harus dihadapi jika seseorang berani melanggarnya. Ketakutan akan perasaan berdosa atau hukuman laknat dari Tuhan yang akan diterima apabila melanggar aturan tersebut bisa dijadikan “batu besar” dalam menyusun benteng kokoh pencega HIV.

0 Response to "Agama sebagai Benteng Kokoh Pencegah HIV"

Posting Komentar